Ayatollah Ali Khamenei Dikabarkan Tewas dalam Serangan AS–Israel di Iran.
Ayatollah Ali Khamenei Dikabarkan Tewas dalam Serangan AS–Israel di Iran.
Beranda Berita Ayatollah Ali Khamenei Dikabarkan Tewas dalam Serangan AS–Israel di Iran
Berita

Ayatollah Ali Khamenei Dikabarkan Tewas dalam Serangan AS–Israel di Iran

Bagikan

Horas!

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan wafat setelah serangan militer yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel. Kabar tersebut disampaikan oleh media pemerintah Iran yang menyiarkan foto-foto Khamenei disertai lantunan ayat suci Al-Qur’an serta pita hitam sebagai tanda berkabung.

Saluran televisi pemerintah Islamic Republic of Iran News Network menayangkan pernyataan resmi dari Supreme National Security Council yang mengonfirmasi kematian Khamenei. Dalam pernyataan itu, Iran menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dewan tersebut menyebut Khamenei wafat pada Sabtu (28/02) dini hari di kantornya saat sedang menjalankan tugas. Pemerintah Iran menyebut kematiannya sebagai “syahid” atau martir dan menyatakan peristiwa itu akan menjadi awal dari kebangkitan dalam perjuangan melawan pihak yang mereka sebut sebagai penindas.

Laporan media pemerintah Iran juga menyebut beberapa anggota keluarga Khamenei turut menjadi korban dalam serangan tersebut. Disebutkan bahwa putri, menantu, serta seorang cucunya tewas dalam insiden yang sama. Kantor berita Fars News Agency yang memiliki hubungan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps juga melaporkan bahwa salah satu menantu perempuan Khamenei termasuk di antara korban.

Selain keluarga Khamenei, sejumlah pejabat tinggi militer Iran dilaporkan turut tewas. Kantor berita resmi Islamic Republic News Agency menyebut Panglima IRGC, Mohammad Pakpour, serta Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, Ali Shamkhani, meninggal dunia dalam serangan yang sama.

Sebelumnya, pemerintah Israel juga mengumumkan daftar tujuh pejabat keamanan Iran yang mereka klaim tewas dalam operasi militer tersebut, termasuk Pakpour dan Shamkhani. Pakpour diketahui baru menjabat sebagai panglima IRGC setelah pendahulunya gugur dalam konflik Iran–Israel selama 12 hari pada Juni 2025.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, mengklaim bahwa Khamenei telah tewas dalam apa yang ia sebut sebagai “operasi tempur besar-besaran”. Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut kematian Khamenei sebagai keadilan bagi rakyat Iran dan warga Amerika.

Serangan yang terjadi di berbagai wilayah Iran dilaporkan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Organisasi kemanusiaan dan kelompok pemantau hak asasi manusia menyebut ratusan orang tewas, termasuk warga sipil dan anak-anak, meskipun sebagian laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Konflik yang meningkat antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel menimbulkan kekhawatiran dunia internasional mengenai potensi eskalasi perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Situasi di lapangan masih berkembang dan menjadi perhatian global.

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Izin Operasi Dicabut, Toba Pulp Lestari PHK Karyawan.
Berita

Izin Operasi Dicabut, Toba Pulp Lestari PHK Karyawan

Horas! PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) berencana melakukan pemutusan hubungan kerja...

Ilustrasi kereta jarak jauh (via Bloomberg Technoz).
Berita

KRL Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Korban Berjatuhan

Horas! Kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di wilayah...

Konferensi pers BNI di Jakarta (via CNBC Indonesia).
Berita

BNI Kembalikan Dana Rp28 Miliar Milik Gereja Katolik Aek Nabara

Horas! PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menyatakan telah menyelesaikan seluruh...

Medan Menjadi Kota Paling Maju di Sumatera.
Berita

Medan Menjadi Kota Paling Maju di Sumatera

Horas! Kota Medan dinobatkan sebagai kota paling maju di Pulau Sumatera berdasarkan...