Pemadaman listrik total atau blackout yang melanda Batam pada Senin (12/10/2026) berdampak terhadap sejumlah layanan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Meski fasilitas terminal penumpang mengalami gangguan, aktivitas penerbangan dilaporkan tetap berjalan lancar, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi, mengatakan pemadaman listrik memengaruhi sejumlah fasilitas pelayanan di bandara. Gangguan tersebut mencakup gate parkir, layanan check-in, penerangan, pendingin ruangan atau AC, serta Flight Information Display System (FIDS) yang menampilkan informasi penerbangan.
“Betul, terdampak kepada layanan di terminal penumpang,” kata Annang saat dikonfirmasi seperti yang dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin.
Meski jaringan listrik mengalami gangguan, Annang memastikan kondisi tersebut belum berdampak terhadap operasional penerbangan. Jadwal keberangkatan dari Bandara Hang Nadim maupun kedatangan pesawat dari berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri masih berlangsung normal.
“Kalau untuk dampak penerbangan sampai saat ini masih berjalan lancar, keberangkatan maupun kedatangan,” ujarnya.
PLN Batam Pulihkan Listrik Secara Bertahap
Di sisi lain, PLN Batam terus melakukan upaya pemulihan sistem kelistrikan setelah pemadaman meluas di Batam hingga Pulau Bintan.
Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono, menyampaikan bahwa hingga pukul 17.58 WIB pada Senin (12/10/2026), sejumlah jaringan distribusi telah berhasil dipulihkan. Pasokan listrik mulai kembali mengalir ke beberapa wilayah, meliputi Batu Aji, Sagulung, Tiban, Batam Center, Baloi, Batu Ampar, Nagoya, dan Punggur.
“PLN Batam terus melakukan upaya pemulihan sistem kelistrikan secara bertahap,” kata Rudi dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Rudi, proses pemulihan memberikan perhatian khusus terhadap objek vital dan fasilitas pelayanan publik. Sejumlah fasilitas yang menjadi prioritas antara lain bandara, rumah sakit, pelabuhan, serta fasilitas penting lainnya.
“Pemulihan kita berikan khusus pada objek vital seperti bandara, rumah sakit, pelabuhan serta fasilitas lainnya,” ujarnya.
Tim teknis PLN Batam disebut terus bekerja untuk mempercepat penormalan sistem kelistrikan dengan tetap memperhatikan keselamatan dan keandalan pasokan listrik.
Meski demikian, pada saat keterangan tersebut disampaikan, PLN Batam belum menjelaskan penyebab pasti pemadaman listrik yang berdampak luas di Batam dan Pulau Bintan. Perusahaan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan pasokan listrik tersebut.
Listrik Mulai Menyala, Pasokan Air Masih Terganggu
Sehari setelah pemadaman, Selasa (13/10/2026), pasokan listrik di sejumlah wilayah Batam mulai pulih setelah mengalami gangguan yang berlangsung hampir 16 jam. Namun, pemulihan listrik belum sepenuhnya diikuti dengan normalnya layanan air bersih.
Abidin, warga Batu Aji, mengatakan listrik di kawasan tempat tinggalnya kembali menyala sekitar pukul 18.00 WIB. Sementara itu, pasokan air bersih masih belum kembali normal.
“Di Batu Aji jam 6 lampu sudah nyala, air masih mati,” kata Abidin, dikutip dari detikSumut.
Gangguan pasokan air tersebut memperlihatkan bahwa dampak pemadaman listrik tidak berhenti ketika aliran listrik kembali tersedia. Sejumlah layanan yang bergantung pada sistem kelistrikan masih membutuhkan waktu untuk kembali beroperasi secara normal.
PLN Batam sebelumnya menyebutkan bahwa jaringan distribusi di sejumlah wilayah, termasuk Batu Aji, Sagulung, Tiban, Batam Center, Baloi, Batu Ampar, Nagoya, dan Punggur, telah mulai dipulihkan.
Peristiwa ini menjadi perhatian terhadap pentingnya keandalan infrastruktur dasar di Batam. Selain memastikan pasokan listrik kembali normal, pemulihan layanan publik yang bergantung pada listrik juga diperlukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan seperti biasa.


