Tigor M. Siahaan Ungkap Alasan Membangun Superbank dari Nol.
Tigor M. Siahaan Ungkap Alasan Membangun Superbank dari Nol.
Beranda Profil Tigor M. Siahaan Ungkap Alasan Membangun Superbank dari Nol
Profil

Tigor M. Siahaan Ungkap Alasan Membangun Superbank dari Nol

Bagikan

Horas!

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, membagikan cerita di balik keputusannya meninggalkan posisi di CIMB Niaga dan membangun bank digital baru dari awal. Kisah tersebut disampaikan dalam wawancaranya bersama CEO Insights.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah perjalanan Tigor M. Siahaan yang sebelumnya menghabiskan hampir tujuh tahun berkarier di CIMB Niaga, tepatnya dari 2015 hingga 2022. Dalam periode tersebut, ia turut menjalankan proses transformasi di perusahaan, termasuk menghadapi perkembangan digitalisasi di industri perbankan.

Dalam wawancara tersebut, Tigor mengungkapkan bahwa keputusan meninggalkan posisi nyaman di CIMB Niaga bukan semata-mata karena ingin mencari tantangan baru. Ia melihat adanya perubahan besar dalam dunia perbankan yang akan terus berlangsung seiring perkembangan teknologi.

Meninggalkan Kursi Nyaman di CIMB Niaga

Tigor diketahui berada di CIMB Niaga sejak 2015 hingga 2022, atau hampir tujuh tahun. Selama berada di sana, ia menjalankan berbagai proses transformasi yang menurutnya menjadi bagian penting dari perubahan industri perbankan.

Keputusan untuk meninggalkan CIMB Niaga kemudian memunculkan pertanyaan dari banyak pihak. Terlebih, saat itu ia sudah berada dalam posisi yang cukup nyaman setelah menjalani perjalanan karier selama bertahun-tahun di salah satu bank besar tersebut.

Namun, bagi Tigor, perkembangan digitalisasi bukan sekadar tren sesaat.

“Ngapain lu pergi, udah enak di sana?” menjadi salah satu pertanyaan yang ia terima ketika memutuskan untuk meninggalkan CIMB Niaga.

Tigor melihat bahwa digitalisasi akan terus berlanjut dan membawa perubahan besar terhadap cara industri perbankan melayani masyarakat. Perspektif tersebut menjadi salah satu alasan yang mendorongnya mengambil tantangan baru.

Bangun Superbank dari Nol

Setelah meninggalkan CIMB Niaga, Tigor memilih mengambil peran dalam membangun Superbank. Tantangan tersebut berbeda dengan ketika ia bekerja di institusi yang telah memiliki struktur, sistem, serta tim yang sudah berjalan.

Di Superbank, ia harus membangun perusahaan dari tahap awal.

Hal ini juga tercermin dalam pernyataannya mengenai prinsip saat membangun Superbank. Tigor menekankan bahwa dirinya memulai dari nol dan tidak membawa satu pun anggota tim lamanya.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana Superbank dibangun dengan struktur dan tim yang baru, bukan sekadar melanjutkan pola kerja dari organisasi sebelumnya.

Perjalanan ini sekaligus menjadi bagian dari visi Tigor dalam menghadirkan institusi perbankan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan digital.

Tantangan Membangun Bank di Era Digital

Transformasi digital membuat industri perbankan mengalami perubahan yang semakin cepat. Nasabah kini semakin terbiasa melakukan berbagai aktivitas perbankan melalui perangkat digital, mulai dari membuka rekening hingga mengelola keuangan.

Dalam konteks tersebut, membangun bank digital dari nol memberikan tantangan sekaligus ruang untuk menciptakan pendekatan baru. Tidak harus terpaku pada sistem lama, perusahaan memiliki kesempatan untuk merancang teknologi, produk, maupun pengalaman nasabah sesuai kebutuhan era digital.

Bagi Tigor, perjalanan membangun Superbank menjadi tantangan baru setelah sebelumnya menjalani hampir tujuh tahun proses transformasi di CIMB Niaga.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman dan posisi yang sudah mapan tidak selalu menjadi alasan untuk berhenti mengambil risiko. Justru, perubahan industri dapat menjadi momentum untuk memulai sesuatu yang baru dan membangun organisasi dengan visi yang berbeda.

Kisah Tigor M. Siahaan di Superbank pun menjadi gambaran perjalanan seorang pemimpin yang memilih meninggalkan zona nyaman untuk membangun institusi dari awal, di tengah perubahan cepat yang terjadi dalam industri perbankan.

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Seraf Naro Siregar, penyumbang medali pertama Indonesia di Asian Games 2026.
Profil

Tiga Atlet Berdarah Batak Sumbang Medali untuk Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Horas! Kabar membanggakan datang dari ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Sejumlah atlet...

Atlet Berdarah Batak Dalam Kontingen Merah Putih Asian Games 2026.
Profil

Deretan Atlet Berdarah Batak Dalam Kontingen Merah Putih Asian Games 2026

Horas! Asian Games Aichi-Nagoya 2026 semakin dekat. Kontingen Indonesia telah resmi dikukuhkan...

Paskibraka Penurunan Bendera, Ada Putra-Putri Batak dari Sumatera Utara.
Profil

Paskibraka Penurunan Bendera, Ada Putra-Putri Batak dari Sumatera Utara

Horas! Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik...

Dr. J L M Siahaan Raih Gelar Doktor Sejarah UNDIP di Usia 73 Tahun.
Profil

Semangat Belajar Tanpa Batas, J L M Siahaan Raih Gelar Doktor Sejarah UNDIP di Usia 73 Tahun

Horas! Usia bukan menjadi penghalang untuk terus menimba ilmu. Hal tersebut dibuktikan...