Mayjen TNI Kristomei Sianturi resmi menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, menggantikan Letjen TNI Suharyanto. Ia dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (15/10/2026).
Kristomei merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat kelahiran Lampung, 6 Mei 1976. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) Angkatan 1997 dan memiliki keahlian di bidang infanteri.
Sebelum dipercaya memimpin BNPB, Kristomei telah mengemban berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI. Pengalamannya mencakup bidang operasi militer, kepemimpinan teritorial, hingga komunikasi dan penerangan militer.
Riwayat Pendidikan Militer Kristomei Sianturi
Selain menempuh pendidikan di Akademi Militer, Kristomei mengikuti sejumlah pendidikan pengembangan militer, antara lain Sekolah Calon Perwira (Sesarcab) Infanteri, Pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa) I dan II, serta Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).
Saat menempuh pendidikan di Seskoad, ia meraih penghargaan Taskap Karya Tulis Terbaik pada 2012. Ia juga tercatat sebagai lulusan terbaik Kursus Operasi Gabungan TNI dan Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI).
Latar belakang pendidikan tersebut menjadi bekal bagi Kristomei dalam menjalankan berbagai penugasan, baik di bidang operasional maupun kepemimpinan di tubuh TNI.
Perjalanan Karier Militer Kristomei Sianturi
Karier Kristomei di lingkungan TNI AD diwarnai dengan sejumlah penugasan penting. Pada 2013–2014, ia dipercaya menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 305/Tengkorak. Setelah itu, ia ditugaskan sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) 0424/Tanggamus.
Pada 2016, Kristomei mengemban tugas sebagai Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kasdivif 2/Kostrad. Ia kemudian dipercaya menjadi Sekretaris Pribadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Sespri Wakasad).
Pengalamannya di bidang komunikasi publik mulai terlihat ketika ia menjabat sebagai Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya pada 2017 hingga 2019.
Setelah itu, Kristomei kembali menempati sejumlah posisi strategis. Ia menjabat sebagai Asisten Operasi Kasdam I/Bukit Barisan pada 2020–2022, Komandan Resimen Induk Kodam (Danrindam) Iskandar Muda pada 2022, serta Paban IV/Opsdagri Sops TNI pada 2022–2023.
Pada 2023–2024, ia dipercaya menjadi Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad). Jabatan tersebut memperkuat pengalamannya dalam mengelola komunikasi dan penyampaian informasi di lingkungan militer.
Pernah Menjabat Kapuspen TNI dan Pangdam XXI/Radin Inten
Pada 2024–2025, Kristomei mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur Akademi Militer. Selanjutnya, pada 2025, ia ditunjuk sebagai Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI).
Pada Agustus 2025, Kristomei mendapat penugasan baru sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten. Kodam tersebut memiliki wilayah teritorial yang meliputi Provinsi Lampung dan Bengkulu.
Jabatan Pangdam Radin Inten menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan kariernya sebelum akhirnya dipercaya menduduki posisi kepala BNPB.
Tantangan Baru Memimpin BNPB
Penunjukan Kristomei sebagai Kepala BNPB menandai babak baru dalam perjalanan pengabdiannya. Setelah bertahun-tahun bertugas di lingkungan militer, ia kini mengemban tanggung jawab dalam penanggulangan bencana di tingkat nasional.
Sebagai lembaga yang berperan dalam koordinasi penanggulangan bencana, BNPB memiliki tugas penting dalam upaya pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga pemulihan setelah bencana.
Dengan pengalaman di bidang operasi, kepemimpinan, dan komunikasi publik, Kristomei kini menghadapi tantangan untuk menjalankan tugas tersebut sekaligus memperkuat koordinasi penanggulangan bencana di Indonesia.


