Monumen Halilintar, Jejak Perjuangan Pahlawan di Tanah Karo.
Monumen Halilintar, Jejak Perjuangan Pahlawan di Tanah Karo.
Beranda Wisata Monumen Halilintar, Jejak Perjuangan Pahlawan di Tanah Karo
Wisata

Monumen Halilintar, Jejak Perjuangan Pahlawan di Tanah Karo

Bagikan

Horas! Mejuah-juah!

Di Tanah Karo, Sumatera Utara, berdiri sebuah monumen bersejarah yang menjadi saksi perjuangan para pahlawan lokal dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yaitu Monumen Halilintar. Monumen ini dibangun untuk mengenang keberanian Resimen Halilintar, pasukan pejuang yang berjuang melawan penjajahan Belanda dan Jepang di wilayah Karo.

Seperti halnya daerah lain di Nusantara, Tanah Karo juga tidak luput dari penjajahan. Selama lebih dari 350 tahun, Indonesia berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda, dan sekitar tiga tahun dijajah oleh Jepang. Di masa-masa itu, banyak putra-putri daerah yang mengangkat senjata demi mempertahankan kehormatan bangsa, termasuk para pejuang dari Karo.

Barisan Napindo Resimen Halilintar

Demi melawan penjajahan di wilayah tersebut, dibentuklah Barisan Napindo Resimen Halilintar yang dipimpin oleh Selamat Ginting dan Ulung Sitepu, bersama sejumlah tokoh perjuangan lainnya.

Nama Napindo sendiri merupakan singkatan dari Nasionalis Pelopor Indonesia, sedangkan Halilintar menggambarkan pasukan yang bergerak cepat dan tangguh di medan pertempuran.

Pertempuran antara Resimen Halilintar dan pasukan penjajah berlangsung sengit. Banyak pejuang gugur di medan perang, namun semangat juang mereka tidak pernah padam. Berkat keberanian dan tekad kuat para pejuang, daerah Tanah Karo akhirnya berhasil dibebaskan dari kekuasaan penjajah, menandai babak penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Monumen Penghormatan

Sebagai bentuk penghormatan, Monumen Halilintar kemudian didirikan di Desa Berteh, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo. Monumen ini dihiasi dengan ukiran-ukiran yang menggambarkan pertempuran sengit, pengibaran bendera Merah Putih, serta pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Di bagian lain monumen, tertulis nama-nama para pejuang Tanah Karo yang gugur dalam perjuangan, sebagai pengingat atas jasa dan pengorbanan mereka.

Monumen Halilintar bukan sekadar bangunan peringatan, melainkan simbol semangat nasionalisme dan keberanian rakyat Karo dalam mempertahankan kedaulatan bangsa. Warisan sejarah ini menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus menghargai perjuangan para pahlawan dan menjaga semangat kemerdekaan.

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Berapa kedalaman air Danau Toba?
Wisata

Tren Wisata Nasional 2025: Toba Samosir Bersinar, Kota Berkembang Ikut Melaju

Horas! Industri pariwisata Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan geliat positif dengan capaian yang...

HKBP Medan Sudirman, Gereja Bersejarah Bergaya Belanda-Jerman.
Wisata

Mengunjungi HKBP Medan Sudirman, Gereja Bersejarah Bergaya Belanda-Jerman

Horas! Gereja HKBP Medan Sudirman merupakan salah satu bangunan bersejarah yang mencatat...

Balige, Kota yang Membalut Identitas Orang Batak.
HighlightWisata

Balige, Kota yang Membalut Identitas Orang Batak

Horas! Dongan BK, siapa yang berasal dari Kota Balige? Memasyarakatkan sarung, sekaligus...

Fakta Menarik Asal-usul Nama Medan, Bukan Sekadar Kota Besar!
Wisata

Fakta Menarik Asal-usul Nama Medan, Bukan Sekadar Kota Besar!

Horas! Dongan BK, nama Kota “Medan” mungkin terdengar sederhana, tetapi dua suku...