Dana bansos 500 triliun dinilai belum tepat sasaran.
Dana bansos 500 triliun dinilai belum tepat sasaran.
Beranda Berita Luhut Binsar Panjaitan: Dana Bansos 500 T, Namun Tidak Tepat Sasaran
Berita

Luhut Binsar Panjaitan: Dana Bansos 500 T, Namun Tidak Tepat Sasaran

Bagikan

Horas!

Dongan BK, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa hanya separuh dari total anggaran bantuan sosial (bansos) senilai Rp 500 triliun yang tersalurkan kepada pihak yang benar-benar berhak. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan utama dalam efektivitas program perlindungan sosial (perlinsos) selama lima tahun terakhir.

“Saya telah menyaksikan sendiri bagaimana efektivitas program perlindungan sosial menghadapi tantangan besar selama lima tahun terakhir. Dari total anggaran Rp 500 triliun untuk bansos, hanya setengahnya yang benar-benar sampai ke penerima yang tepat,” ujar Luhut melalui akun Instagram pribadinya, Jumat (7/2/2025).

Menurut Luhut, ketidaktepatan sasaran dalam distribusi bansos disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya adanya data penerima yang ganda, penerima yang tidak memenuhi syarat, serta masyarakat yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Untuk mengatasi permasalahan ini, Luhut mengadakan pertemuan dengan Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, guna membenahi dan meningkatkan akurasi penyaluran bansos.

Pentingnya Distribusi Bansos Yang Tepat Sasaran

Dalam pertemuan tersebut, Luhut menekankan bahwa pemerintah tengah melakukan transformasi sistem distribusi bansos dengan menerapkan digitalisasi guna memastikan bantuan tersebut tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat manfaat.

“Langkah awal dalam transformasi ini adalah membangun Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang menggabungkan tiga pangkalan data utama: DTKS, Regsosek, dan P3KE. Konsolidasi data ini akan diverifikasi silang dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) milik Kementerian Dalam Negeri agar lebih akurat. Saya bersyukur bahwa BPS telah menyelesaikan finalisasi integrasi data ini, termasuk detail mengenai nama, pendidikan terakhir, dan pekerjaan penerima,” jelas Luhut.

Selain itu, pemerintah juga menyelaraskan data penerima bansos dengan berbagai program perlindungan sosial lainnya, seperti bantuan sembako, subsidi listrik, dan LPG. Upaya ini merupakan bagian dari sistem digital pemerintahan GovTech yang ditargetkan selesai pada 17 Agustus mendatang.

“Kami bekerja keras agar sistem ini menjadi solusi jangka panjang yang dapat memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, tanpa adanya kebocoran atau penyimpangan. Saya percaya bahwa dengan langkah besar ini, kita sedang membangun fondasi baru bagi sistem perlindungan sosial yang lebih akurat, transparan, dan adil,” pungkas Luhut.

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Logo Imlek Nasional 2026 Resmi Diperkenalkan, Representasi Persatuan dalam Keberagaman.
Berita

Logo Imlek Nasional 2026 Resmi Diperkenalkan, Representasi Persatuan dalam Keberagaman

Horas! Pemerintah secara resmi memperkenalkan Logo Imlek Nasional 2026 pada Rabu, 28...

Mengenal Apa Itu Whip Pink, Produk yang Viral dan Disorot Publik.
Berita

Mengenal Apa Itu Whip Pink, Produk yang Viral dan Disorot Publik

Horas! Belakangan, nama Whip Pink ramai dibicarakan di media sosial dan memicu...

Produksi Aluminium Inalum Tembus Rekor Tertinggi, Capai 280 Ribu Ton Sepanjang 2025.
Berita

Produksi Aluminium Inalum Tembus Rekor Tertinggi, Capai 280 Ribu Ton Sepanjang 2025

Horas! PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencatatkan pencapaian bersejarah sepanjang 2025 dengan...

Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah hingga Akhir Januari.
Berita

BMKG Imbau Waspada, Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah hingga Akhir Januari

Horas! Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan...