Review Film Agak Laen: Menyala Pantiku!
Review Film Agak Laen: Menyala Pantiku!
Beranda Film Review Film Agak Laen: Menyala Pantiku!
FilmHighlight

Review Film Agak Laen: Menyala Pantiku!

Bagikan

Horas!

Dongan BK, film Agak Laen: Menyala Pantiku! garapan Muhadkly Acho menjadi kejutan terbaru dari Imajinari. Sekuel ini menghadirkan petualangan baru Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga sebagai empat detektif amatir yang terjebak dalam kasus pembunuhan anak wali kota.

Meski tidak berhubungan langsung dengan film pertama, seri kedua ini sekali lagi membuktikan kekuatan komedi khas kwartet Agak Laen, yakni lebih liar, lebih heboh, dan tentu saja tetap “agak laen”.

Sinopsis: Misi Gagal, Kesempatan Terakhir

Cerita berfokus pada empat detektif cupu yang berkali-kali gagal menjalankan tugas dan berada di ambang pemecatan. Upaya mereka untuk menyelesaikan kasus kematian anak wali kota Yamakarta menjadi penentu nasib mereka. Dugaan bahwa pelaku bersembunyi di sebuah panti jompo membawa mereka menyamar sebagai perawat, bahkan berpura-pura menjadi penghuni panti itu sendiri—awal dari kekacauan demi kekacauan.

Karakter Baru, Energi yang Sama

Walau latar dan perannya berbeda dari film pertama, chemistry keempat pemeran utama tetap solid. Humor mereka mengalir natural, timing komedinya terjaga, dan aksi konyol mereka justru terasa semakin matang.

Film ini juga diramaikan oleh jajaran aktor senior seperti Jajang C Noer, Chew Kin Wah, Jarwo Kwat, Egy Fedly, dan Tika Panggabean. Kehadiran mereka memberi warna baru yang hangat, penuh karakter, dan menjadi sumber tawa sekaligus kehangatan dalam cerita.

Aksi Serius di Tengah Komedi

Di balik slapstick dan candaan yang meledak-ledak, film ini menyuguhkan adegan aksi yang ditangani dengan sungguh-sungguh. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah adegan pertarungan tangan kosong antara Boris dan Oki. Dibuat dalam long take tanpa potongan, adegan ini tampil intens dan sangat memanjakan mata.

Nuansa Misteri: Format Whodunnit yang Menggigit

Agak Laen 2 mengusung gaya whodunnit yang dipadukan dengan plot twist ringan namun efektif. Penonton dibawa menelusuri teka-teki sambil menebak siapa dalang sesungguhnya. Meskipun balutan komedi sangat kuat, unsur misterinya tetap terasa kuat dan membuat penonton terus mengikuti ritme investigasinya.

Film ini juga menghadirkan sebuah “golden scene” antara Boris dan Oki yang membuat penonton serentak terpaku adegan yang disebut-sebut berpotensi menjadi momen ikonik dalam film Indonesia modern.

Lapisan Emosional yang Mengejutkan

Di tengah dunia yang kacau dan penuh gurauan, film ini tak lupa menghadirkan aspek emosional. Karakter Boris mendapat pengembangan paling menyentuh, termasuk satu adegan dengan luapan emosi yang sangat kuat. Momen ini menjadi kejutan manis dan memberi kedalaman pada cerita komedi yang dominan.

Konklusi

Agak Laen: Menyala Pantiku! berhasil mencampur komedi khas Agak Laen dengan elemen aksi dan misteri yang diracik dengan cermat. Hasilnya adalah tontonan yang lucu, mendebarkan, dan hangat—sebuah hiburan lengkap yang mengalir menyala dari awal hingga akhir.

Film ini sudah tayang di bioskop sejak 27 November 2025.

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Jangan Lewatkan Konser Tona Sian Huta: Harmoni Suara, Gerak, dan Busana Batak.
EventHighlight

Jangan Lewatkan Tona Sian Huta: Harmoni Suara, Gerak, dan Busana Batak

Horas! Dongan BK, di tengah hiruk-pikuk kota dan cepatnya perubahan zaman, budaya...

9 Lagu Natal Berbahasa Batak yang Wajib Masuk Playlist Keluarga.
HighlightLagu

9 Lagu Natal Berbahasa Batak yang Wajib Masuk Playlist Keluarga

Horas! Dongan BK, pujian merupakan wujud ungkapan iman umat Kristiani kepada Tuhan,...

Bene Dion Garap Film Musikal Batak “Pulang Kampung”.
Film

Bene Dion Garap Film Musikal Batak “Pulang Kampung”, Dijadwalkan Rilis 2026

Horas! Setelah terlibat dalam film Agak Laen 2, Bene Dion kembali menyiapkan...

3 Film Bertema Keluarga Batak yang Mengangkat Konflik Mertua dan Menantu.
Film

3 Film Bertema Keluarga Batak yang Mengangkat Konflik Mertua dan Menantu

Horas! Dongan BK, budaya Batak semakin sering diangkat sebagai latar cerita dalam...