Horas!
Dongan BK, lagu-lagu Batak dikenal memiliki ragam nuansa, mulai dari yang penuh semangat dengan tempo cepat hingga lagu-lagu bernada melankolis yang menyentuh hati. Di antara berbagai jenis tersebut, lagu Batak bertema sedih sering kali memiliki tempat tersendiri di hati para penikmatnya.
Lagu-lagu ini biasanya dibawakan dengan tempo pelan dan lirik yang sarat makna, sehingga mampu membuat pendengar ikut merasakan kisah pilu yang diceritakan. Tidak jarang, cerita di dalamnya berkaitan dengan kerinduan pada orang tua, kehilangan orang tercinta, atau kisah cinta yang berakhir tragis.
Berikut beberapa lagu Batak sedih yang dikenal mampu menggugah emosi para pendengarnya.
1. Andung-Andung Anak Siampudan – The Heart Simatupang Sister
Lagu ini berkisah tentang ratapan seorang anak bungsu yang merantau jauh dari kampung halaman. Selama di perantauan, ia tidak mengetahui bahwa ibunya telah meninggal dunia.
Setelah sekian lama, kabar duka itu akhirnya sampai kepadanya. Dengan penuh penyesalan, ia pun pulang ke kampung halaman meski harus meminjam uang dari temannya. Namun ketika tiba di rumah, ia mendapati rumah ibunya sudah terbengkalai dan dipenuhi ilalang. Ia kemudian mendatangi makam sang ibu sambil menangis, menyesali dirinya yang tidak sempat pulang saat ibunya dimakamkan.
2. Asa Martua Ho – Arvindo Simatupang
Judul lagu ini memiliki arti “semoga panjang umur”. Lagu tersebut menggambarkan perasaan seorang orang tua yang telah memasuki usia senja.
Dalam liriknya, orang tua itu menasihati anaknya agar selalu menghormati dan menyayangi orang tua selagi masih ada. Ia juga menyadari bahwa suatu saat nanti ia akan meninggalkan anak-anaknya. Meski begitu, ia tetap mendoakan agar anaknya selalu sehat dan panjang umur.
3. Tinggal Majo Ho Inang – Judika
Secara harfiah, judul lagu ini berarti “tinggallah dulu engkau, ibu”. Lagu yang dipopulerkan oleh Judika ini mengisahkan seorang anak yang harus meninggalkan ibunya di kampung untuk merantau.
Keputusan tersebut diambil karena tuntutan ekonomi. Dalam liriknya, sang anak meminta ibunya untuk tidak terlalu bersedih dan memohon doa restu agar ia diberikan kesehatan serta kesuksesan selama hidup di perantauan.
4. Tipul Tipul Ni Lili – Erick Sihotang
Lagu yang dinyanyikan Erick Sihotang dan diciptakan oleh Jhon Fery Sitanggang ini memiliki arti “lidi yang patah”.
Cerita dalam lagu tersebut menggambarkan kesedihan seorang suami yang kehilangan istrinya karena meninggal dunia. Sang suami merasakan kehilangan yang sangat mendalam karena istrinya selama ini selalu menemaninya dan membantu dalam kehidupan sehari-hari.
5. Ise Be Nampuna Au – Putri Siagian
Lagu ini diciptakan oleh Gaols Naibaho dan memiliki arti “siapa lagi yang memilikiku”.
Kisah dalam lagu tersebut menceritakan seorang perempuan yang patah hati karena kekasihnya menikah dengan orang lain. Hubungan mereka terpaksa berakhir karena keluarga sang kekasih tidak merestui hubungan tersebut dan memilihkan pasangan lain untuknya.
Lagu-lagu Batak bernuansa sedih seperti ini biasanya terinspirasi dari pengalaman pribadi penciptanya atau kisah nyata yang terjadi di sekitarnya. Itulah sebabnya lirik dan alurnya terasa begitu dekat dengan kehidupan banyak orang, sehingga mampu menyentuh emosi para pendengarnya.


