Banjir Bandang Terjang Desa Garoga Samosir.
Banjir Bandang Terjang Desa Garoga Samosir.
Beranda Berita Banjir Bandang Terjang Desa Garoga Samosir
Berita

Banjir Bandang Terjang Desa Garoga Samosir

Bagikan

Horas!

Banjir bandang disertai material kayu gelondongan menerjang kawasan Dusun I, Desa Garoga, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Air bah yang datang secara tiba-tiba membuat warga panik. Sejumlah penduduk memilih meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang dinilai lebih aman. Sementara itu, sebagian warga lainnya tetap berada di sekitar lokasi untuk berjaga-jaga karena khawatir terjadi banjir susulan.

Air Bah Seret Kayu Berukuran Besar

Seorang warga setempat, Erik Manik, mengatakan derasnya aliran air membawa material kayu berukuran besar hingga masuk ke kawasan permukiman.

Dalam keterangannya melalui sambungan WhatsApp pada Sabtu malam, Erik menyebut warga langsung berupaya menyelamatkan diri dengan menjauh dari wilayah yang terdampak.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya debit air. Warga juga terus memantau kondisi di sekitar permukiman, terutama pergerakan material yang terbawa arus, apabila hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut.

Belum Ada Laporan Korban Jiwa

Hingga Sabtu malam, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa akibat banjir bandang yang menerjang Desa Garoga. Informasi mengenai tingkat kerusakan rumah maupun infrastruktur lainnya juga belum tersedia secara lengkap.

Pihak berwenang pun belum menyampaikan keterangan resmi mengenai penyebab banjir bandang tersebut. Begitu pula dengan asal material kayu gelondongan yang ikut terbawa derasnya aliran air hingga memasuki kawasan permukiman warga.

AMAKTA Soroti Kondisi Hutan

Bencana tersebut turut mendapat perhatian dari Ketua Aliansi Masyarakat Adat Kenegerian Ambarita (AMAKTA), Ridwan Liberty Sinaga.

Ridwan menyoroti kondisi ekosistem hutan di kawasan Kenegerian Ambarita yang menurutnya berada dalam kondisi memprihatinkan. Ia mengaitkan ancaman terhadap lingkungan hutan dengan potensi terjadinya bencana seperti banjir bandang.

Menurut Ridwan, pihaknya telah sekitar satu tahun menyuarakan protes, menyampaikan tuntutan, serta melaporkan dugaan tindakan perusakan lingkungan. Namun, ia menilai upaya tersebut belum mendapat penanganan yang tegas dari pihak-pihak terkait.

Karena itu, Ridwan mendesak agar kondisi kelestarian hutan di kawasan tersebut segera mendapat perhatian dan penanganan serius.

Di tengah situasi tersebut, masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika hujan deras kembali terjadi. Warga diminta segera meninggalkan lokasi dan mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila debit air kembali meningkat.

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Ini Penjelasannya.
Berita

Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Ini Penjelasannya

Horas! Pemerintah belum berencana menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana...

Asap tebal menyelimuti Singapura jelang GP F1 (dok via Reuters).
Berita

Asap Karhutla Indonesia Selimuti Singapura Jelang F1, Kemenhut Perkuat Penanganan Api

Horas! Kabut asap yang menyelimuti Singapura menjelang gelaran Formula 1 (F1) Grand...

Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan (dok via ANTARA Foto).
Berita

Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Pengemudi Ojol Meninggal Usai Sesak Napas

Horas! Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia kembali...

Ranking FIFA Oktober 2026: Indonesia Peringkat Ketiga di ASEAN.
Berita

Ranking FIFA Oktober 2026: Indonesia Peringkat Ketiga di ASEAN

Horas! Timnas Indonesia mengalami peningkatan dalam daftar ranking FIFA terbaru yang dirilis...