Horas!
Acara Apresiasi Budaya Batak yang disiarkan melalui 92,8 FM Pro4 Radio Republik Indonesia Jakarta pada Senin, 9 Maret 2026 menghadirkan sejumlah tokoh dan pemerhati budaya Batak. Kegiatan yang dipandu oleh Dermawan Ismail tersebut juga menghadirkan Gabelas Girsang dari Departemen Pemuda dan Pengkaderan Batak Center sebagai narasumber.
Dalam kesempatan itu, Gabelas menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya penguasaan keterampilan bagi generasi muda di tengah pesatnya transformasi digital yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan.
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemajuan teknologi, tetapi juga menyangkut perubahan cara berpikir, bekerja, serta berinteraksi di masyarakat. Karena itu, generasi muda, termasuk pemuda Batak, perlu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membuka peluang baru.
“Kita tidak bisa menghindari era digital. Karena itu, generasi muda perlu menyiapkan keterampilan yang relevan agar tidak tertinggal dalam persaingan global,” ujarnya.
Gabelas juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan digital, serta penguatan karakter. Ia menilai keterampilan seperti literasi digital, kemampuan analisis data, hingga kreativitas dalam memanfaatkan platform digital menjadi bekal penting bagi generasi muda saat ini.
Selain itu, ia menyebut komunitas budaya seperti Batak Center dapat berperan aktif dalam mendukung pembinaan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Meski demikian, Gabelas mengingatkan bahwa nilai-nilai budaya Batak tetap perlu dijaga di tengah kemajuan teknologi. Menurutnya, semangat kebersamaan, etos kerja, serta karakter yang kuat merupakan nilai penting yang dapat menjadi modal sosial bagi generasi muda.
Melalui kegiatan ini, para peserta diajak melihat bahwa budaya dan perkembangan teknologi tidak harus saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan. Diskusi yang berlangsung juga menjadi ruang bertukar gagasan mengenai peran generasi muda dalam menghadapi era transformasi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.


