Batak Center Rayakan HUT RI dengan Apresiasi Budaya dan Syukuran.
Batak Center Rayakan HUT RI dengan Apresiasi Budaya dan Syukuran.
Beranda Berita Batak Center Rayakan HUT RI dengan Apresiasi Budaya dan Syukuran
Berita

Batak Center Rayakan HUT RI dengan Apresiasi Budaya dan Syukuran

Bagikan

Horas!

Dongan BK, dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus HUT ke-7 Batak Center, lembaga kebudayaan ini menggelar acara apresiasi budaya di Nusantara Ballroom, NT Tower, Jakarta Timur, Senin (18/8/2025). Suasana penuh sukacita mewarnai jalannya acara.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan prosesi 15 Raja dan Sultan Nusantara yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN). Kehadiran mereka menjadi simbol persatuan budaya dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Penghargaan Batak Center diberikan kepada sembilan pelajar, tiga belas pelaku budaya, sepuluh lembaga keagamaan, serta lima organisasi mitra termasuk RRI Jakarta. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya menjaga dan melestarikan bahasa serta aksara Batak.

Pelestarian Budaya Jadi Tanggung Jawab Bersama

Ketua Umum Batak Center, Sintong Tampubolon, dalam sambutannya menekankan bahwa pelestarian tradisi adalah tanggung jawab bersama. “Apresiasi pertama ini adalah wujud penghormatan kepada tokoh-tokoh dan generasi muda yang setia merawat tradisi bahasa dan aksara Batak,” ujarnya.

Sintong menegaskan bahwa apresiasi ini tidak berhenti di sini, melainkan akan terus berkembang. Menurutnya, dukungan terhadap seni dan musik Batak perlu diperkuat agar dapat memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga keadilan budaya. “Kami yakin, penghargaan ini adalah langkah awal menuju penghormatan berkelanjutan, agar budaya Batak tetap relevan di era digital dan mampu menjadi kekuatan spiritual, sosial, intelektual, bahkan ekonomi bagi bangsa,” tambahnya.

Agenda Acara Batak Center

Pada kesempatan itu, Batak Center juga mengumumkan sejumlah agenda besar, seperti penyelenggaraan Ulos Fest kedua pada 2026, pengajuan Ulos sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, hingga rencana pembangunan Museum Batak Raya di kawasan Danau Toba. Mereka juga mendorong penggunaan bahasa dan aksara Batak dalam layanan publik sebagai langkah nyata memperkuat eksistensi budaya di kancah global.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, turut hadir memberikan dukungan. Ia menegaskan pentingnya menjaga budaya nasional di tengah derasnya globalisasi. “Kita berharap pusat-pusat budaya seperti Batak Center maupun FSKN dapat menjadi garda depan pelestarian budaya kita, terutama untuk diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.

Sebagai tanda penghormatan, Menteri Fadli Zon dikalungi ulos di atas panggung—simbol ikatan kekeluargaan dan penghargaan dalam tradisi Batak.

Acara semakin semarak dengan penampilan seni dari berbagai sub-etnis Batak, seperti Angkola, Karo, Mandailing, Pakpak, Simalungun, dan Toba. Sebagai penutup, lagu “O Tano Batak” karya Siddiq Sitompul dilantunkan, menggema penuh makna sebagai ajakan menjaga warisan budaya Batak.

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
John Herdman Resmi Memulai Era Baru Bersama Timnas Indonesia.
Berita

John Herdman Resmi Memulai Era Baru Bersama Timnas Indonesia

Horas! Pelatih asal Inggris, John Herdman, secara resmi diperkenalkan kepada publik sebagai...

KUHAP dan KUHP Resmi Berlaku, Gangguan Ibadah Kini Masuk Ranah Pidana.
Berita

KUHAP dan KUHP Resmi Berlaku, Gangguan Ibadah Kini Masuk Ranah Pidana

Horas! Mulai 2 Januari 2026, Indonesia resmi memasuki rezim hukum pidana baru...

Sejumlah Pasal Kontroversial KUHP Digugat ke MK, dari Zina hingga Pidana Mati.
Berita

Sejumlah Pasal Kontroversial KUHP Digugat ke MK, dari Zina hingga Pidana Mati

Horas! Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana...

Tanggapan koalisi sipil terkait KUHAP dan KUHP yang baru berlaku.
Berita

KUHAP dan KUHP Baru Berlaku, Koalisi Sipil Nyatakan Indonesia Darurat Hukum

Horas! Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan Kitab Undang-Undang Hukum...