Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah hingga Akhir Januari.
Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah hingga Akhir Januari.
Beranda Berita BMKG Imbau Waspada, Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah hingga Akhir Januari
Berita

BMKG Imbau Waspada, Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah hingga Akhir Januari

Bagikan

Horas!

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Januari 2026. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa gangguan atmosfer yang terpantau saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta gangguan pada sektor transportasi di wilayah terdampak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari,” ujar Faisal, Rabu (21/1/2026).

Ia menambahkan, dinamika atmosfer menunjukkan adanya peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah selatan Indonesia. Dengan kesiapsiagaan yang baik serta pemantauan rutin terhadap informasi resmi BMKG, risiko bencana diharapkan dapat diminimalkan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan sejumlah faktor teknis yang memengaruhi kondisi cuaca sepekan ke depan. Salah satunya adalah keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia, dengan kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot atau 28 km/jam dan tekanan udara mencapai 1001 hPa.

“Pergerakan sistem 97S ke arah barat dapat memperkuat pertemuan dan belokan angin dari pesisir barat Sumatra hingga Nusa Tenggara. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan,” jelas Andri.

Selain itu, penguatan Monsun Asia hingga 23 Januari 2026 yang disertai seruakan udara dingin (cold surge) dari daratan Asia turut meningkatkan kecepatan angin di Laut Cina Selatan. Fenomena ini mendorong pertumbuhan awan hujan secara masif di wilayah selatan khatulistiwa.

Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuator, dan Gelombang Kelvin yang diperkuat oleh nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif juga berperan dalam mempercepat pembentukan awan Cumulonimbus di atmosfer.

BMKG mencatat, kondisi tersebut diperkuat oleh tingginya kelembapan udara pada lapisan bawah hingga menengah atmosfer serta labilitas atmosfer yang kuat. Kombinasi berbagai faktor ini secara aktif meningkatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan.

Hasil analisis menunjukkan hujan lebat disertai kilat dan angin kencang berpotensi terjadi secara bergantian hingga akhir Januari 2026. Pada 21 Januari, cuaca ekstrem diperkirakan melanda Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, hingga NTT.

Memasuki 22 Januari, potensi cuaca serupa masih membayangi Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT, yang kemudian berlanjut pada 23 Januari di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, serta NTT.

Selanjutnya, pada 24 Januari, cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. BMKG juga memprakirakan peningkatan curah hujan di wilayah Bali, NTB, dan NTT pada periode 25–26 Januari 2026.

Meski demikian, Andri menegaskan bahwa kondisi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah seiring perkembangan atmosfer terkini.

“BMKG meminta masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Masyarakat diimbau berhati-hati dalam merencanakan aktivitas luar ruang serta perjalanan darat, laut, dan udara,” pungkasnya.

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Ilustrasi sampel penelitian Hantavirus.
Berita

Waspada, 23 Kasus Virus Hantavirus Ditemukan di Indonesia

Horas! Kasus Hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah wabah yang terjadi di...

WHO Beri Warning Baru Mewabahnya Virus Hantavirus.
Berita

WHO Beri Warning Baru Mewabahnya Virus Hantavirus

Horas! World Health Organization (WHO) mengeluarkan peringatan baru terkait potensi bertambahnya kasus...

Rincian UKT Jalur Mandiri USU 2026.
Berita

Rincian UKT Jalur Mandiri USU 2026: Biaya Kuliah per Semester di Semua Fakultas

Horas! Universitas Sumatera Utara (USU) segera membuka seleksi jalur mandiri bagi lulusan...

Gratis! Tol Sinaksak–Simpang Panei Mulai Beroperasi Tanpa Tarif per 1 Mei 2026.
Berita

Gratis! Tol Sinaksak–Simpang Panei Mulai Beroperasi Tanpa Tarif per 1 Mei 2026

Horas! PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) resmi mengoperasikan secara gratis ruas Tol...