Bobby Nasution Tegur Camat Tukka, Proyek Tanggul Tertunda karena Pembebasan Lahan.
Bobby Nasution Tegur Camat Tukka, Proyek Tanggul Tertunda karena Pembebasan Lahan.
Beranda Berita Bobby Nasution Tegur Camat Tukka, Proyek Tanggul Tertunda karena Pembebasan Lahan
Berita

Bobby Nasution Tegur Camat Tukka, Proyek Tanggul Tertunda karena Pembebasan Lahan

Bagikan

Horas!

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meluapkan kekesalannya saat meninjau proyek pembangunan tanggul sungai di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kemarahan tersebut dipicu oleh lambatnya proses pembebasan lahan yang menghambat jalannya proyek penanganan banjir.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air Sumut, Gibson Panjaitan, menjelaskan bahwa proyek yang dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebenarnya telah lama berkontrak. Namun hingga kini belum dapat berjalan optimal karena kendala pembebasan lahan serta kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.

Menurut Gibson, pembangunan tanggul dan sabo dam menjadi prioritas untuk mencegah dampak banjir yang lebih besar. Meski demikian, proses pembebasan lahan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, yang harus aktif memberikan pemahaman kepada warga terkait manfaat proyek tersebut.

Ia menambahkan, pendekatan kepada masyarakat perlu dilakukan secara persuasif. Jika terdapat warga yang keberatan, pemerintah daerah diminta mencari solusi, termasuk kemungkinan pemberian bantuan seperti hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.

Sebelumnya, momen kemarahan Bobby terhadap Camat Tukka, Yan Munzir Hutagalung, sempat terekam dalam video yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, Bobby terlihat menegur keras karena menilai penanganan proyek berjalan lambat, padahal anggaran besar telah diperjuangkan untuk pemulihan pascabencana.

Situasi tersebut terjadi saat Bobby meninjau langsung lokasi sungai yang sempat meluap pada banjir besar November 2025. Dalam kondisi hujan deras, ia menyoroti lambannya respons daerah dalam menangani persoalan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, juga terlihat berada di lokasi saat kejadian. Dalam percakapan yang terekam, Camat Tukka sempat memberikan penjelasan, namun situasi tetap memanas karena perbedaan pandangan terkait tanggung jawab dan koordinasi.

Bobby menegaskan bahwa masyarakat akan menuntut solusi nyata atas persoalan banjir. Ia mengingatkan bahwa upaya mendapatkan anggaran besar untuk penanganan bencana tidak akan berarti jika pelaksanaan di lapangan berjalan lambat.

Ia juga menilai Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai salah satu daerah yang paling lambat dalam proses pemulihan. Karena itu, Bobby meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja dan tidak merasa paling bekerja tanpa hasil nyata.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena mencerminkan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kepentingan masyarakat.

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Ini Penjelasannya.
Berita

Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Ini Penjelasannya

Horas! Pemerintah belum berencana menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana...

Asap tebal menyelimuti Singapura jelang GP F1 (dok via Reuters).
Berita

Asap Karhutla Indonesia Selimuti Singapura Jelang F1, Kemenhut Perkuat Penanganan Api

Horas! Kabut asap yang menyelimuti Singapura menjelang gelaran Formula 1 (F1) Grand...

Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan (dok via ANTARA Foto).
Berita

Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Pengemudi Ojol Meninggal Usai Sesak Napas

Horas! Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia kembali...

Ranking FIFA Oktober 2026: Indonesia Peringkat Ketiga di ASEAN.
Berita

Ranking FIFA Oktober 2026: Indonesia Peringkat Ketiga di ASEAN

Horas! Timnas Indonesia mengalami peningkatan dalam daftar ranking FIFA terbaru yang dirilis...