Brankas Peninggalan I.L. Nommensen Dibuka, HKBP Temukan Denah Bersejarah Sigumpar (dok. HKBP).
Brankas Peninggalan I.L. Nommensen Dibuka, HKBP Temukan Denah Bersejarah Sigumpar (dok. HKBP).
Beranda Berita Brankas Peninggalan I.L. Nommensen Dibuka, HKBP Temukan Denah Bersejarah Sigumpar
Berita

Brankas Peninggalan I.L. Nommensen Dibuka, HKBP Temukan Denah Bersejarah Sigumpar

Bagikan

Horas!

Pembukaan brankas tua peninggalan misionaris Jerman Ingwer Ludwig (I.L.) Nommensen mengungkap temuan bersejarah bagi Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Di dalam brankas yang diperkirakan telah berusia lebih dari satu abad tersebut, ditemukan sejumlah dokumen penting, termasuk denah wilayah HKBP Sigumpar yang dinilai memiliki nilai historis dan administratif yang tinggi.

Temuan tersebut diumumkan oleh Ephorus HKBP Pdt. Victor Tinambunan, yang memimpin langsung proses pembukaan brankas di kompleks makam I.L. Nommensen, Sigumpar, Kabupaten Toba.

Denah Bersejarah Jadi Temuan Utama

Menurut Pdt. Victor Tinambunan, dokumen paling penting yang ditemukan adalah denah tanah HKBP Sigumpar. Dokumen tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai luas dan batas-batas aset gereja yang telah ada sejak masa pelayanan Nommensen.

Selain denah, tim juga menemukan berbagai arsip lama berupa surat-surat, kuitansi kuno, serta dokumen administrasi yang diperkirakan berasal dari masa awal perkembangan pelayanan HKBP di Tanah Batak.

“Denah tanah HKBP Sigumpar menjadi temuan utama karena sangat membantu menjelaskan batas dan luasan aset gereja,” ujar Victor.

Brankas Berusia Ratusan Tahun Akhirnya Berhasil Dibuka

Brankas tersebut merupakan peninggalan langsung I.L. Nommensen yang selama ini tersimpan di kawasan Gereja HKBP I.L. Nommensen Sigumpar.

Proses pembukaan dilakukan pada 25 Juni 2026 setelah sebelumnya brankas itu tidak pernah berhasil dibuka, termasuk upaya yang pernah dilakukan sekitar tahun 1990.

Karena usia brankas yang sangat tua dan kunci yang sudah tidak berfungsi, tim teknis menggunakan mesin gerinda untuk membuka pintu baja secara perlahan dan penuh kehati-hatian agar isi di dalamnya tidak mengalami kerusakan.

Sebelum pembongkaran dilakukan, seluruh peserta terlebih dahulu mengadakan ibadah singkat sebagai ungkapan syukur atas warisan sejarah pelayanan Injil yang ditinggalkan Nommensen di Tanah Batak.

Dokumen Sangat Rapuh

Setelah pintu brankas berhasil dibuka, tim menemukan seluruh dokumen dalam kondisi yang cukup rapuh akibat usia penyimpanan yang sangat lama.

Bahkan, denah yang ditemukan tidak langsung dibentangkan di lokasi karena dikhawatirkan dapat merusak serat kertas yang sudah mulai lapuk.

Untuk menjaga keutuhan arsip, seluruh dokumen kemudian diamankan dan dibawa ke Kantor Pusat HKBP agar dapat ditangani oleh tenaga ahli restorasi dan konservasi dokumen bersejarah.

Sigumpar Memiliki Peran Penting dalam Sejarah HKBP

Menurut Pdt. Victor Tinambunan, keberadaan brankas tersebut menjadi saksi perjalanan panjang pelayanan I.L. Nommensen di Tanah Batak.

Sejarah mencatat bahwa sejak menetap di Sigumpar pada akhir tahun 1886, Nommensen menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat pelayanan selama sekitar 32 tahun. Dari Sigumpar, ia memperluas penginjilan ke berbagai wilayah seperti Toba, Samosir, hingga Dairi dengan memanfaatkan jalur perairan menggunakan solu atau perahu tradisional, karena saat itu akses jalan darat belum tersedia.

Pada masa tersebut, para misionaris juga memiliki kebiasaan menyimpan berbagai dokumen penting di dalam brankas yang ditempatkan di pusat-pusat pelayanan sebagai bentuk pengamanan arsip.

HKBP Berkomitmen Melestarikan Warisan Sejarah

Ephorus HKBP menegaskan bahwa seluruh dokumen yang ditemukan akan menjalani proses restorasi menggunakan standar pengarsipan profesional. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen HKBP dalam merawat sekaligus menyelamatkan berbagai bukti sejarah pelayanan gereja agar tetap lestari.

Victor berharap warisan peninggalan I.L. Nommensen tidak hanya menjadi catatan sejarah gereja, tetapi juga dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi mendatang mengenai perjalanan penyebaran Kekristenan di Tanah Batak.

Dengan ditemukannya denah dan berbagai arsip bersejarah tersebut, HKBP memperoleh tambahan bukti penting yang tidak hanya memperkaya dokumentasi sejarah gereja, tetapi juga berpotensi memberikan kepastian mengenai aset-aset pelayanan yang telah diwariskan sejak masa awal penginjilan di kawasan Toba.

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Ini Penjelasannya.
Berita

Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Ini Penjelasannya

Horas! Pemerintah belum berencana menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana...

Asap tebal menyelimuti Singapura jelang GP F1 (dok via Reuters).
Berita

Asap Karhutla Indonesia Selimuti Singapura Jelang F1, Kemenhut Perkuat Penanganan Api

Horas! Kabut asap yang menyelimuti Singapura menjelang gelaran Formula 1 (F1) Grand...

Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan (dok via ANTARA Foto).
Berita

Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Pengemudi Ojol Meninggal Usai Sesak Napas

Horas! Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia kembali...

Ranking FIFA Oktober 2026: Indonesia Peringkat Ketiga di ASEAN.
Berita

Ranking FIFA Oktober 2026: Indonesia Peringkat Ketiga di ASEAN

Horas! Timnas Indonesia mengalami peningkatan dalam daftar ranking FIFA terbaru yang dirilis...