HKBP Tolak Bantuan dari Pihak yang Diduga Merusak Lingkungan.
HKBP Tolak Bantuan dari Pihak yang Diduga Merusak Lingkungan.
Beranda Berita HKBP Tolak Bantuan dari Pihak yang Diduga Merusak Lingkungan
Berita

HKBP Tolak Bantuan dari Pihak yang Diduga Merusak Lingkungan

Bagikan

Horas!

Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Victor Tinambunan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas rangkaian bencana ekologis yang melanda Sumatra Utara, Aceh, hingga Sumatra Barat.

Ia menegaskan bahwa kerusakan alam yang terjadi bukan sekadar fenomena alam, melainkan turut dipicu oleh keserakahan, eksploitasi berlebihan, dan praktik ekonomi yang merusak ciptaan Tuhan.

“Kami menegaskan bahwa kerusakan lingkungan bukan hanya peristiwa alamiah, tetapi juga akibat dari tindakan manusia yang tidak bertanggung jawab,” kata Ephorus Victor Tinambunan dalam pernyataan tertulis, Kamis (4/12).

Ephorus juga menyampaikan apresiasi atas berbagai bentuk bantuan yang telah diterima HKBP dari individu, kelompok, gereja, maupun seluruh aras pelayanan HKBP mulai dari huria, resort, hingga distrik. Menurutnya, setiap dukungan adalah wujud nyata kasih Kristus bagi para korban bencana.

Namun demikian, HKBP menyatakan sikap tegas untuk tidak menerima bantuan dari individu, kelompok, atau perusahaan yang diduga terlibat dalam perusakan lingkungan—termasuk PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Larangan itu mencakup pihak-pihak yang disinyalir melakukan praktik pembalakan liar, penebangan tidak beretika, alih fungsi kawasan lindung, serta pencemaran tanah dan sungai yang memicu bencana ekologis di berbagai wilayah.

“Gereja tidak boleh berkompromi dengan kepentingan yang bertentangan dengan keadilan dan keutuhan ciptaan. HKBP harus tetap menjadi suara kenabian yang tegas menentang praktik perusakan lingkungan,” ujar Ephorus.

HKBP juga mendesak pemerintah untuk menghentikan izin usaha yang terbukti merusak ekologi, memperbaiki tata kelola lingkungan, serta menegakkan hukum secara adil demi melindungi masyarakat dan keberlanjutan alam.

“Kiranya kita tetap berdiri bersama para korban bencana dengan ketulusan, tanpa mengorbankan prinsip moral dan kesaksian gereja,” imbuhnya.

Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Rikson Mangapul Hutahaean, menegaskan bahwa imbauan tersebut merupakan komitmen gereja untuk membela ekologi sekaligus masyarakat terdampak. Ia juga menyerukan pentingnya pertobatan ekologis sebagai respon atas luka yang dialami lingkungan dan para korban.

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Ini Penjelasannya.
Berita

Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Ini Penjelasannya

Horas! Pemerintah belum berencana menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana...

Asap tebal menyelimuti Singapura jelang GP F1 (dok via Reuters).
Berita

Asap Karhutla Indonesia Selimuti Singapura Jelang F1, Kemenhut Perkuat Penanganan Api

Horas! Kabut asap yang menyelimuti Singapura menjelang gelaran Formula 1 (F1) Grand...

Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan (dok via ANTARA Foto).
Berita

Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Pengemudi Ojol Meninggal Usai Sesak Napas

Horas! Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia kembali...

Ranking FIFA Oktober 2026: Indonesia Peringkat Ketiga di ASEAN.
Berita

Ranking FIFA Oktober 2026: Indonesia Peringkat Ketiga di ASEAN

Horas! Timnas Indonesia mengalami peningkatan dalam daftar ranking FIFA terbaru yang dirilis...