Timnas Argentina memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Mesir dengan skor dramatis 3-2 pada laga 16 besar. Sempat tertinggal dua gol, Albiceleste bangkit di menit-menit akhir melalui gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez.
Namun, kemenangan Argentina tak lepas dari sorotan. Timnas Mesir melayangkan protes terhadap dua keputusan wasit François Letexier yang dinilai berpengaruh besar terhadap jalannya pertandingan.
Mesir Sempat Unggul Dua Gol
Mesir tampil impresif sejak awal pertandingan dan berhasil mengejutkan Argentina lewat gol Yasser Ibrahim. Keunggulan kemudian bertambah setelah Mostafa Zico mencetak gol yang membawa Mesir unggul 2-0.
Meski demikian, Argentina berhasil bangkit pada 15 menit terakhir pertandingan. Cristian Romero memperkecil ketertinggalan pada menit ke-79, disusul gol penyama kedudukan Lionel Messi pada menit ke-84. Saat laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan pada masa injury time.
1. Gol Mostafa Zico Dianulir Setelah Tinjauan VAR
Salah satu momen yang paling diperdebatkan terjadi pada menit ke-58 ketika Mostafa Zico mencetak gol yang sempat membuat Mesir unggul.
Gol tersebut bermula dari serangan balik cepat setelah Mesir merebut bola dari Lisandro Martinez. Mohamed Salah kemudian mengirim umpan terobosan yang berhasil diselesaikan Zico menjadi gol.
Zico bahkan telah merayakan gol tersebut, namun wasit François Letexier menghentikan pertandingan setelah menerima informasi dari VAR.
Usai meninjau tayangan ulang, wasit memutuskan telah terjadi pelanggaran lebih dulu. Marwan Attia dinilai menginjak kaki Lisandro Martinez saat proses perebutan bola sehingga gol Zico dibatalkan.
Keputusan tersebut langsung memicu protes dari para pemain Mesir yang merasa gol mereka seharusnya tetap disahkan.
2. Protes atas Gol Penentu Enzo Fernandez
Kontroversi kembali terjadi pada gol kemenangan Argentina di masa injury time.
Gol berawal dari umpan silang Lautaro Martinez yang berhasil disundul Enzo Fernandez ke dalam gawang Mesir untuk mengubah skor menjadi 3-2.
Kali ini, protes Mesir bukan terkait posisi offside, melainkan dugaan pelanggaran yang disebut terjadi lebih dulu dalam proses perebutan bola di area pertahanan Argentina sebelum serangan balik dimulai.
Para pemain Mesir meminta wasit meninjau kembali insiden tersebut melalui VAR. Namun François Letexier tetap mengesahkan gol tanpa melakukan tinjauan di monitor lapangan.
Keputusan itu memicu protes keras dari pemain maupun staf pelatih Mesir. Situasi sempat memanas hingga wasit mengeluarkan kartu kepada salah satu anggota staf Mesir yang terus melakukan protes dari bangku cadangan.
Argentina Hadapi Perempat Final
Terlepas dari kontroversi yang mewarnai pertandingan, kemenangan ini memastikan Argentina melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Mesir harus mengakhiri perjuangannya setelah tampil impresif dan nyaris menyingkirkan salah satu kandidat juara. Dua keputusan wasit sepanjang pertandingan pun menjadi bahan perdebatan di kalangan penggemar sepak bola karena dinilai memiliki pengaruh besar terhadap hasil akhir laga.


