Kemenbud dan PANDI Dorong Aksara Nusantara Menjadi Warisan Budaya.
Kemenbud dan PANDI Dorong Aksara Nusantara Menjadi Warisan Budaya.
Beranda Berita Kemenbud dan PANDI Gelar Lomba Menulis Dongeng dengan Aksara Nusantara
Berita

Kemenbud dan PANDI Gelar Lomba Menulis Dongeng dengan Aksara Nusantara

Bagikan

Horas!

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menghadirkan lomba menulis dongeng anak menggunakan aksara Nusantara. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat literasi budaya sekaligus memperkenalkan kembali aksara daerah kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Ketua PANDI Isnawan Aslam mengatakan, lomba tersebut merupakan bagian dari komitmen PANDI dalam mendorong pemanfaatan aksara lokal di ruang digital. Menurutnya, aksara Nusantara merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang perlu terus dilestarikan dan digunakan dalam kehidupan modern.

“Melalui lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara, kami ingin menghadirkan cara yang lebih dekat, kreatif, dan menyenangkan bagi generasi muda untuk mengenal kembali aksara daerah,” ujar Isnawan dalam siaran pers PANDI.

Dorong Aksara Nusantara Menjadi Warisan Budaya yang Hidup

Isnawan menilai, pengenalan aksara daerah perlu dilakukan melalui media yang sesuai dengan perkembangan zaman. Pemanfaatan teknologi dan ruang digital dinilai dapat menjadi salah satu sarana untuk membuat aksara Nusantara semakin dikenal dan digunakan oleh generasi masa kini.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut mengapresiasi penyelenggaraan lomba tersebut. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu mendorong aksara Nusantara menjadi living heritage atau warisan budaya yang terus hidup dan relevan.

Menurut Fadli, pelestarian aksara daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar keberadaannya tidak berhenti sebagai peninggalan sejarah, tetapi tetap digunakan dan berkembang di tengah masyarakat.

Enam Aksara Daerah Jadi Pilihan Peserta

Lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara ini terbuka untuk masyarakat umum. Peserta dapat memilih salah satu dari enam kategori aksara daerah yang dinilai paling sesuai dengan cerita, bahasa, maupun budaya yang ingin mereka angkat.

Enam pilihan tersebut meliputi:

  • Aksara Jawa
  • Aksara Sunda
  • Aksara Bali
  • Aksara Batak
  • Aksara Bugis
  • Aksara Rejang

Dengan pilihan tersebut, peserta tidak hanya ditantang untuk menghasilkan cerita dongeng yang menarik, tetapi juga ikut memperkenalkan kekayaan bahasa dan aksara daerah melalui karya kreatif.

Pendaftaran Dimulai 8 Agustus 2026

Pendaftaran lomba menulis dongeng menggunakan aksara Nusantara mulai dibuka pada 8 Agustus 2026. Sementara itu, peluncuran resmi kegiatan dijadwalkan pada 8 September 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Aksara Internasional.

Peserta memiliki waktu untuk menulis dan mengumpulkan karya mulai 8 September 2026 hingga 31 Januari 2027.

Setelah seluruh karya terkumpul, proses penilaian akan dilakukan sebelum pemenang diumumkan. Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah direncanakan berlangsung pada Februari hingga Maret 2027.

Jadi Gerakan Bersama Melestarikan Aksara Nusantara

Penyelenggara berharap lomba ini dapat berkembang menjadi gerakan bersama dalam memperkuat literasi budaya di Indonesia. Penggunaan aksara daerah dalam cerita anak juga diharapkan dapat membuat generasi muda semakin dekat dengan warisan budaya yang ada di lingkungan mereka.

Dengan memanfaatkan media digital dan karya kreatif, aksara Nusantara diharapkan tidak hanya dikenang sebagai bagian dari masa lalu, tetapi tetap digunakan, dipelajari, dan berkembang sesuai kebutuhan zaman.

Informasi lengkap mengenai persyaratan, kategori, jadwal, serta ketentuan lomba dapat dilihat melalui situs resmi lomba menulis dongeng menggunakan aksara Nusantara.

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Dua Korban Dugaan Keracunan MBG Karo Dirujuk ke Jakarta atas Arahan Wapres Gibran.
Berita

Dua Korban Dugaan Keracunan MBG Karo Dirujuk ke Jakarta atas Arahan Wapres Gibran

Horas! Dua siswa yang menjadi korban dugaan keracunan makanan dalam program Makan...

Sudaryono Copot Kepala Regional BGN Sumut Usai Kasus Keracunan MBG di Karo.
Berita

Sudaryono Copot Kepala Regional BGN Sumut Usai Kasus Keracunan MBG di Karo

Horas! Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mencopot Kepala Regional BGN Sumatera...

Dinkes Sumut Ungkap Hasil Uji Lab Makanan MBG Karo, Temukan Tiga Bakteri.
Berita

Dinkes Sumut Ungkap Hasil Uji Lab Makanan MBG Karo, Temukan Tiga Bakteri

Horas! Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengungkap hasil pemeriksaan laboratorium terhadap...

Keluarga Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Kesulitan Biaya Perawatan, Ingatan Anak Menurun 70 Persen.
Berita

Keluarga Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Kesulitan Biaya Perawatan, Ingatan Anak Menurun 70 Persen

Horas! Keluarga Febiola Br Purba, salah satu korban dugaan keracunan program Makan...