Horas!
Dongan BK, Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha berencana mengadakan acara halal bihalal guna mempertemukan para penyanyi dan penulis lagu. Acara ini bertujuan untuk membangun kebersamaan serta mencari solusi terbaik terkait polemik royalti musik yang belakangan menjadi sorotan.
Giring menegaskan pentingnya dialog terbuka agar para pelaku industri musik bisa berdiskusi dalam suasana yang lebih harmonis.
Membangun Kebersamaan dalam Industri Musik
“Kami ingin setelah Lebaran nanti bisa mengadakan halal bihalal dan mengumpulkan semua pihak terkait. Mari kita duduk bersama sebagai satu bangsa yang besar,” ujar Giring dalam pernyataannya di Jakarta Pusat, belum lama ini.
Sebagai seorang seniman, Giring memahami pentingnya menjaga keharmonisan dalam industri musik. Menurutnya, jika para musisi bersatu dan saling mendukung, maka berbagai permasalahan yang ada dapat diselesaikan dengan lebih baik.
Dengan adanya ketegangan yang semakin meningkat antara pencipta lagu, penyanyi, dan pengelola royalti, Giring berharap momen halal bihalal bisa menjadi sarana untuk meredakan ketegangan serta mencari jalan keluar yang lebih adil bagi semua pihak.
Mendorong Transparansi dalam Pengelolaan Royalti
Giring juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan royalti yang dilakukan oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Ia meyakini bahwa jika sistem pengumpulan dan distribusi royalti lebih terbuka, maka persoalan yang ada bisa diminimalisir.
“Saya pribadi merasa bahwa hal yang paling utama harus diperbaiki adalah transparansi dari LMKN. Jika LMKN bisa lebih transparan dalam sistem pengelolaannya, maka polemik ini tidak akan terus berlanjut,” tegasnya.
Selain mengundang para musisi, acara halal bihalal ini juga akan melibatkan media agar diskusi mengenai permasalahan royalti musik dapat berlangsung lebih luas dan transparan.
Dengan inisiatif ini, Giring berharap seluruh pelaku industri musik dapat bekerja sama untuk membangun ekosistem yang lebih sehat dan saling menguntungkan bagi semua pihak.