Horas!
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencatatkan pencapaian bersejarah sepanjang 2025 dengan total produksi aluminium mencapai 280.082 metrik ton (MT). Angka tersebut menjadi rekor produksi tertinggi atau all time high (ATH) sejak perusahaan berdiri.
Tak hanya dari sisi produksi, kinerja penjualan Inalum juga mencetak rekor baru. Sepanjang 2025, anak usaha holding pertambangan MIND ID ini membukukan penjualan aluminium sebesar 280.141 MT, tertinggi dalam sejarah operasional perusahaan.
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan inovasi berkelanjutan, peningkatan efisiensi operasional, serta penerapan strategi bisnis yang adaptif di tengah dinamika industri global.
“Sepanjang 2025, Inalum berhasil mencatatkan all time high production sebesar 280.082 MT dan all time high sales sebesar 280.141 MT. Artinya, perusahaan mencapai tingkat produksi dan penjualan tertinggi sepanjang sejarah Inalum,” ujar Melati dalam keterangan tertulis, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, pencapaian tersebut sekaligus menegaskan komitmen Inalum dalam menjaga daya saing industri aluminium nasional di tengah tantangan pasar global yang semakin kompleks.
Tahun 2025 juga menjadi momen istimewa bagi Inalum karena menandai 50 tahun perjalanan perusahaan sejak pertama kali beroperasi. Melati menegaskan bahwa lima dekade kiprah Inalum menjadi tonggak penting untuk terus menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian nasional serta manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Lima puluh tahun merupakan penanda bahwa Inalum terus bertumbuh dan berkembang bersama Indonesia,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Inalum merupakan badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di industri aluminium terintegrasi. Selain memproduksi aluminium primer untuk kebutuhan domestik dan ekspor, perusahaan juga mengelola pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebagai bagian dari rantai pasok industrinya.
Inalum didirikan pada 6 Januari 1976 sebagai perusahaan patungan antara Indonesia dan Jepang. Kepemilikan perusahaan sepenuhnya beralih ke Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 2013. Selanjutnya, pada 2018, Inalum ditunjuk sebagai holding industri pertambangan nasional sebelum akhirnya secara resmi menjadi bagian dari holding MIND ID sejak 2023.
Dengan capaian rekor produksi dan penjualan ini, Inalum menegaskan posisinya sebagai salah satu pilar utama industri aluminium nasional yang terus berkontribusi bagi pembangunan ekonomi Indonesia.


