Horas!
Dongan BK, budaya Batak belakangan semakin sering muncul dalam berbagai karya film Indonesia. Menurut sutradara, produser, sekaligus komika Muhadkly Acho, fenomena tersebut mencerminkan bahwa budaya Batak kini semakin dikenal luas dan menjadi bagian dari budaya populer.
Acho sendiri dikenal kerap menghadirkan latar keluarga Batak dalam sejumlah karyanya. Salah satunya melalui film Agak Laen hingga proyek terbarunya berjudul Gak Ada Matinya! yang kembali menampilkan dinamika keluarga dengan latar budaya Batak.
Menurutnya, pemilihan latar tersebut bukan hanya sekadar unsur artistik dalam cerita, tetapi juga mencerminkan kenyataan bahwa budaya Batak kini semakin akrab di ruang publik.
“Secara visual dan representasi, Batak sekarang sudah menjadi pop culture juga. Jadi menurutku tidak ada salahnya mengangkat hal yang selama ini jarang ditampilkan,” kata Acho dalam sebuah kesempatan di kawasan Jakarta Selatan.
Perkaya Keberagaman Cerita Film Indonesia
Acho menilai kemunculan latar keluarga Batak di layar lebar juga menjadi langkah positif dalam memperkaya keberagaman cerita di industri film Indonesia.
Menurutnya, cerita film tidak harus selalu berpusat pada kehidupan masyarakat di Jakarta.
“Jadi kita tidak melulu Jakarta-sentris. Tidak ada salahnya kita menghadirkan cerita keluarga dari latar belakang orang Sumatera,” ujarnya.
Dalam film Gak Ada Matinya!, latar keluarga Batak juga dipilih karena berkaitan erat dengan tema yang diangkat, yaitu mengenai pola asuh anak atau parenting serta perbedaan pandangan antara generasi lama dan generasi baru.
Dinamika Keluarga Batak Dinilai Dramatis
Acho menjelaskan bahwa karakteristik keluarga Batak yang dikenal memiliki nilai tradisi kuat dan struktur keluarga yang tegas membuat konflik antargenerasi terasa lebih dramatis dalam cerita film.
“Kita mengangkat isu parenting, ada perbedaan pemahaman antara generasi lama dan generasi baru. Latar keluarga Batak menurutku bisa merepresentasikan konflik itu dengan kuat,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa sistem keluarga Batak yang identik dengan garis patriarki dapat memperkuat dinamika konflik dalam cerita.
“Batak identik dengan garis patriarki, jadi ketika latarnya keluarga Batak konflik yang muncul bisa terasa lebih kuat,” kata Acho.
Film terbaru garapan Acho, Gak Ada Matinya!, diproduksi bekerja sama dengan MD Pictures. Film bergenre komedi dan dark comedy tersebut direncanakan tayang pada tahun ini.


