Horas!
Jika sedang mampir ke Jalan Raya Medan-Kutacane, tepatnya di simpang empat pusat Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, terdapat sebuah tempat singgah bergaya lawas yang mengundang rasa penasaran. Namanya Warkop Surya Indah Top.
Berjarak sekitar 110 kilometer atau 3 jam perjalanan dari Kota Medan, warung kopi ini tak sekadar tempat melepas penat bagi pengendara, melainkan saksi bisu sejarah yang telah berdiri sejak masa sebelum kemerdekaan.
Berikut adalah daya tarik dan rekam jejak panjang Warkop ‘Koboi’ yang legendaris ini:
1. Saksi Bisu Kolonialisme dan Era Orde Baru
Menurut Darul Kamal Lingga Gayo (53), generasi ketiga pengelola warkop, tempat ini diperkirakan sudah berdiri sejak tahun 1911. Pada masa penjajahan, warkop ini memadukan konsep kedai kopi dan toko kelontong. Menariknya, tempat ini menjadi titik kumpul netral yang pernah disinggahi oleh tentara Belanda hingga para pejuang kemerdekaan Indonesia.
Pamornya tidak meredup di era modern. Pada masa Orde Baru, sejumlah pejabat negara seperti Menteri Koperasi Bustanil Arifin dan Menteri Penerangan Harmoko tercatat pernah mampir untuk menikmati kopi di sini.
2. Hangus Terbakar dan Bangkit Kembali
Pada masa Agresi Militer Belanda II di tahun 1948, bangunan awal warkop ini sempat luluh lantak dilalap api. Barulah pada tahun 1952, warkop ini dibangun kembali oleh para tukang keturunan Tionghoa.
Arsitekturnya masih dipertahankan hingga kini; menggunakan papan kayu dengan langit-langit yang sangat tinggi. Desain cerdas ini berfungsi sebagai sirkulasi udara alami, sehingga bagian dalam warkop tetap terasa sejuk meski cuaca di luar sedang terik.
3. Asal-Usul Julukan Warkop ‘Koboi’ atau ‘Charles Bronson’
Ada cerita unik di balik julukan ini. Di salah satu sudut warkop, terpajang foto aktor legendaris Hollywood, Charles Bronson, berdampingan dengan foto seorang pria yang mirip dengannya. Pria itu adalah Syamsul Bahri, pengelola generasi kedua sekaligus ayah dari Darul Kamal.
Syamsul sangat mengidolakan Charles Bronson. Saat melayani pelanggan, ia selalu tampil necis mengenakan sepatu dan topi Moris (topi koboi). Gaya nyentrik yang dipertahankan bertahun-tahun inilah yang akhirnya melekat menjadi identitas warung.
4. Nama Menu yang Menggelitik Rasa Ingin Tahu
Selain gaya sang pemilik, daya tarik lain dari Warkop Surya Indah Top adalah daftar menunya yang memancing rasa penasaran. Sejak tahun 1969, Syamsul meracik dan menamai menu kopinya dengan sebutan yang tidak biasa, di antaranya:
- Kopi Manis Rasa Bobot: Kopi hitam bertekstur kental dengan cita rasa yang sangat pekat (strong).
- Kopi Manis Rasa Puas dan Kopi Manis Rasa Terang. (Menu kopi ini juga bisa dikombinasikan dengan tambahan susu atau cokelat).
Selain itu, terdapat menu lain seperti Cokelat Susu Holland dan Susu Nambo Dingin, serta fasilitas Teh Pribumi gratis bagi para pengunjung.
Bagi Anda yang ingin bernostalgia dan merasakan sensasi ngopi di warkop bersejarah ini, harganya masih sangat merakyat. Untuk menikmati segelas kopi hitam autentik yang diracik langsung oleh tangan lihai Darul Kamal, Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp6.000 saja.


