WHO Beri Warning Baru Mewabahnya Virus Hantavirus.
WHO Beri Warning Baru Mewabahnya Virus Hantavirus.
Beranda Berita WHO Beri Warning Baru Mewabahnya Virus Hantavirus
Berita

WHO Beri Warning Baru Mewabahnya Virus Hantavirus

Bagikan

Horas!

World Health Organization (WHO) mengeluarkan peringatan baru terkait potensi bertambahnya kasus Hantavirus setelah wabah virus tersebut dilaporkan menyerang kapal pesiar MV Hondius.

Wabah itu dilaporkan telah menewaskan tiga penumpang kapal. Meski demikian, WHO menilai penyebaran virus masih dapat dikendalikan apabila langkah kesehatan masyarakat diterapkan secara ketat.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut hingga saat ini terdapat lima kasus terkonfirmasi dan tiga kasus suspek terkait wabah tersebut.

WHO Khawatir Kasus Bisa Bertambah

Menurut WHO, kemungkinan munculnya kasus baru masih terbuka karena masa inkubasi virus Andes dapat mencapai enam minggu.

“Dengan mempertimbangkan masa inkubasi virus Andes yang bisa mencapai enam minggu, ada kemungkinan lebih banyak kasus akan dilaporkan,” ujar Tedros dalam keterangannya di Jenewa.

Virus Andes merupakan salah satu jenis Hantavirus yang cukup langka. Berbeda dari kebanyakan Hantavirus lain, jenis ini diketahui dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dalam waktu lama.

Wabah Bermula di Kapal Pesiar MV Hondius

Kekhawatiran global meningkat setelah wabah muncul di atas MV Hondius yang tengah berlayar melintasi Samudra Atlantik.

WHO menduga seorang penumpang telah terinfeksi sebelum naik kapal di Argentina, kemudian menularkan virus kepada penumpang lain selama perjalanan.

Kapal tersebut membawa total 149 orang, termasuk 88 penumpang, dan dijadwalkan tiba di Tenerife untuk proses evakuasi.

Tiga Penumpang Dilaporkan Meninggal

Kasus pertama menimpa seorang pria asal Belanda yang meninggal dunia di atas kapal pada 11 April 2026 setelah berangkat dari Ushuaia bersama istrinya.

Sang istri kemudian ikut jatuh sakit dan meninggal di Afrika Selatan sekitar dua pekan kemudian. Hasil pemeriksaan memastikan penyebab kematiannya adalah infeksi Hantavirus.

Korban ketiga merupakan penumpang asal Jerman yang meninggal pada 2 Mei 2026. Hingga kini, jenazahnya disebut masih berada di kapal.

WHO Sebut Risiko Tidak Seperti COVID-19

Meski virus Andes dapat menular antarmanusia, WHO menegaskan tingkat penyebarannya masih jauh lebih rendah dibandingkan COVID-19.

Direktur Kesiapsiagaan dan Respons Darurat WHO, Abdi Rahman Mahamud, mengatakan wabah diperkirakan tetap terbatas jika penanganan dilakukan secara serius.

“Kami percaya ini akan menjadi wabah terbatas jika langkah kesehatan masyarakat diterapkan dan solidaritas ditunjukkan di semua negara,” ujarnya.

Gejala dan Penularan Hantavirus

Hantavirus umumnya ditularkan melalui hewan pengerat yang terinfeksi, seperti tikus.

Virus ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat, masalah jantung, hingga demam berdarah. Hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk penyakit tersebut.

Penularan biasanya terjadi melalui:

  • Kontak dengan urine, kotoran, atau air liur tikus
  • Menghirup debu yang terkontaminasi virus
  • Gigitan hewan pengerat

Khusus virus Andes, penularan antarmanusia juga dimungkinkan melalui kontak dekat dalam jangka waktu lama.

Pelacakan Kontak Dilakukan Lintas Negara

WHO menyebut proses pelacakan kontak kini dilakukan lintas negara karena sejumlah penumpang sempat menggunakan penerbangan komersial setelah turun dari kapal.

Beberapa pasien yang diduga atau dipastikan terinfeksi kini menjalani isolasi dan perawatan di:

  • Inggris
  • Jerman
  • Belanda
  • Swiss
  • Afrika Selatan

Karena masa inkubasinya cukup panjang, WHO meminta seluruh negara tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan baru.

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Ini Penjelasannya.
Berita

Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Ini Penjelasannya

Horas! Pemerintah belum berencana menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana...

Asap tebal menyelimuti Singapura jelang GP F1 (dok via Reuters).
Berita

Asap Karhutla Indonesia Selimuti Singapura Jelang F1, Kemenhut Perkuat Penanganan Api

Horas! Kabut asap yang menyelimuti Singapura menjelang gelaran Formula 1 (F1) Grand...

Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan (dok via ANTARA Foto).
Berita

Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Pengemudi Ojol Meninggal Usai Sesak Napas

Horas! Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia kembali...

Ranking FIFA Oktober 2026: Indonesia Peringkat Ketiga di ASEAN.
Berita

Ranking FIFA Oktober 2026: Indonesia Peringkat Ketiga di ASEAN

Horas! Timnas Indonesia mengalami peningkatan dalam daftar ranking FIFA terbaru yang dirilis...