#image_title
Beranda Budaya Mengenal Guru Tatea Bulan, Leluhur Marga Batak yang Sangat Dihormati
Budaya

Mengenal Guru Tatea Bulan, Leluhur Marga Batak yang Sangat Dihormati

Bagikan

Horas!

Dongan BK, Guru Tatea Bulan merupakan salah satu figur penting dalam sejarah Batak. Dipercaya sebagai anak pertama Si Raja Batak, Guru Tatea Bulan menjadi leluhur bagi marga-marga Batak.

Diriwayatkan, Guru Tatea Bulan mempunyai empat anak, yakni Saribu Raja, Limbong Maulana, Sagala Raja, Malau Raja, dan Raja Uti. Di puncak Pusuk Buhit, patung-patung perlambang silsilah Guru Tatea Bulan dan anak-anaknya tersebar. Terkadang, para peziarah menghaturkan doa di hadapan patung persembahan. 

Melalui patung Guru Tatea Bulan dan Raja Uti, doa dipanjatkan kepada Mulajadi Na bolon yang dipercaya sebagai Tuhan dalam kepercayaan leluhur orang Batak. Maka, ziarah dan berdoa adalah kegiatan awal sebelum mereka menggelar ritual Tatea Bulan, sebuah upacara adat untuk menghormati sang leluhur.

Keturunan Guru Tatea Bulan

Orang Batak Di Masa Lampau
Orang Batak Di Masa Lampau | medium.com

Guru Tatea Bulan menikah dengan Si Boru Basoburning dan dikaruniai lima orang anak laki-laki, yaitu:

  • Si Raja Biak-biak / Siraja Uti
  • Tuan Saribu Raja
  • Limbong Mulana
  • Sagala Raja
  • Silau Raja

Dari kelima putranya, hanya Saribu Raja yang memiliki keturunan. Keturunan Saribu Raja inilah yang kemudian menjadi marga-marga Batak, seperti:

Guru Tatea Bulan dihormati sebagai leluhur dan panutan bagi masyarakat Batak. Sosoknya melambangkan kebijaksanaan, kepemimpinan, dan nilai-nilai budaya Batak yang luhur.

Sopo Ompu Guru Tatea Bulan

Sopo Ompu Guru Tatea Bulan
Sopo Ompu Guru Tatea Bulan | Raja Nabolon (WordPress)

Sebagai penghormatan atas jasa dan perannya, didirikanlah Sopo Ompu Guru Tatea Bulan di Bukit Sigulanti, tidak jauh dari Pusuk Buhit, Samosir. Sopo ini menjadi situs budaya yang penting bagi masyarakat Batak, sebagai tempat untuk mengenang sejarah leluhur dan melestarikan budaya Batak.

Guru Tatea Bulan merupakan figur yang sangat penting dalam sejarah dan budaya Batak. Kehidupannya, keturunannya, dan nilai-nilai yang diajarkannya terus diwariskan dan dilestarikan hingga saat ini.

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Dokumentasi gedung Deli Proefstation (via Dok. Pemprov Sumut).
Budaya

Kilas Balik: Medan dan Negara Sumatera Timur

Horas! Dalam perjalanan sejarah Indonesia pascakemerdekaan, terdapat satu episode yang jarang dibahas,...

Dihar, Warisan Bela Diri Simalungun yang Punya Nilai Filosofi.
Budaya

Dihar, Warisan Bela Diri Simalungun yang Punya Nilai Filosofi

Horas! Di tengah keberagaman budaya Sumatera Utara, masyarakat Simalungun memiliki seni bela...

Potret Raja-Raja Simalungun di Pematang Siantar tahun 1930.
Budaya

Makna Habonaron do Bona, Filosofi Kehidupan Masyarakat Simalungun

Horas! Di tengah derasnya perubahan zaman dan pengaruh globalisasi, masyarakat modern kerap...

Ilustrasi peta kolonial (via AI ChatGPT).
Budaya

Menelusuri Jejak Kerajaan Aru di Tanah Karo yang Hampir Terlupakan

Horas! Mejuah-juah! Nama Kerajaan Aru (Karo) mungkin tidak sepopuler kerajaan-kerajaan besar lain...