Beranda Budaya Marsiayak, Permainan Tangkap-Lari Khas Mandailing
Budaya

Marsiayak, Permainan Tangkap-Lari Khas Mandailing

Bagikan

Horas!!

Padangsidempuan merupakan salah satu kota yang berada di daerah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kota ini dikenal juga sebagai Kota Salak.

Nah, dari kota Padangsidempuan ini juga ada sebuah permainan yang sering dimainkan oleh anak-anak di kota tersebut.

Permainan itu bernama Marsiayak.

Apa itu Marsiayak ?

Marsiayak merupakan permainan tradisional khas Tapanuli Selatan, khususnya daerah Padangsidimpuan, Mandailing Natal dan Padang Lawas, yang biasa dimainkan oleh anak-anak pada sore hari.

Dalam Bahasa Indonesia Marsiayak berarti berkejar-kejaran. Maksudnya adalah ada satu pemain yang mengejar pemain lainnya, dan jika tertangkap maka pemain tersebut akan bergantian mengejar pemain lainnya itu.

Dalam permainan ini, orang yang mengejar orang lain disebut dengan pangayak.

Ternyata marsiayak ini dibedakan menjadi 5 jenis berdasarkan cara bermainnya, yaitu Marsiayak Jongkok, Marsiayak Jabut, Marsiayak Patung, dan Marsiayak simin

Marsiayak dan Cara Bermainnya

Secara umum, marsiayak dibagi menjadi 6 jenis. Kali ini kita akan mengenal jenis-jenis marsiayak dan cara bermainnya.

Marsiayak Jongkok

Marsiayak Jongkok merupakan permainan tangkap-lari yang mengandalkan kecepatan dan kecerdikan. Cara bermainnya adalah pangayak akan mengejar pemain lainnya dengan batas daerah yang telah ditentukan.

Jika pemain tersebut sudah hampir tertangkap, ia dapat segera berjongkok dan pangayak pun tidak dapat menangkapnya dan harus mengejar pemain lainnnya.

Pemain yang sudah jongkok tidak dapat berlari sebelum diselamatkan oleh pemain lainnya. Cara menyelamatkannya adalah dengan menyentuh bahu atau kepala pemain yang jongkok tersebut.

Jika sudah disentuh, maka pemainnya dapat kembali bergerak bebas. Permainan berakhir ketika pangayak berhasil menangkap salah satu pemain atau seluruh pemain dalam keadaan jongkok.

Marsiayak Jabut

Cara bermain marsiayak jabut mirip dengan cara permainan pecah piring.

Para pemain harus berusaha untuk menyusun jabut atau sabut kepala yang berserakan sampai membentuk sebuah gunung. Semakin tinggi gunung tersebut, maka semakin seru pula permainannya.

Marsiayak yang sering dimainkan di sore hari.
source : blogger.com

Permainan dimulai dengan membagi orang yang bermain ke dalam 2 kelompok, yaitu kelompok pangayak dan kelompok pemain.

Kelompok Pangayak bertugas untuk mengejar dan menangkap kelompok pemain agar tidak berhasil menyusun jabut. Sementara itu, kelompok bermain bertugas untuk menyusun jabut dengan cepat sebelum tertangkapeh tim pangayak.

Marsiayak Patung

Cara bermain marsiayak patung hampir sama dengan marsiayak jongkok.

Jika pada permainan marsiayak jongkok, pemain harus jongkok agar tidak tertangkap pangayak, maka di marsiayak patung, pemain harus menjadi patung agar tidak tertangkap.

Jika pemain bergerak tanpa disentuh pemain lainnya, maka pemain tersebut akan berubah menjadi pangayak,

Marsiayak Simin

Dalam memainkan permainan marsiayak simin ini, diperlukan lahan bermain yang memiliki tanah dan semen di saat bersamaan.

Cara bermainnya adalah pangayak hanya bisa menangkap pemain jika pemain tersebut berada di lantai yang beralaskan tanah. Jika pemain ingin beristirahat atau menghindari pangayak, pemain harus berlari ke lantai yang beralaskan semen.

Sama seperti marsiayak lainnya, permainan berakhir ketika pemain berhasil ditangkap oleh pangayak.

Marsiayak Ulu

Permainan marsiayak ulu ini hanya dapat dimainkan di sungai atau kolam.

Seperti namanya, marsiayak ulu berarti mengejar kepala. Cara bermainnya adalah seluruh pemain melompat ke dalam sungai atau kolam ketika pangayak meneriakkan kata “sabur”.

Di dalam kolam atau sungai, pemain harus menyelam selama mungkin untuk menghindari pangayak. Jika kepala pemain muncul, maka pengayak dapat menangkapnya dan pemain tersebut berubah menjadi pangayak selanjutnya.

Nah, itulah sedikit penjelasan singkat mengenai Marsiayak. Kalau di daerah kelen nama permainan ini apa, ya Dongan BK?

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Potret kehidupan seorang penyadap getah kemenyan (Dok. Pribad Devi Vebryanti Simanungkalit via detikcom).
Budaya

Getah Kemenyan, Warisan Alam Toba yang Tiada Dua

Horas! Getah kemenyan menjadi salah satu hasil hutan non-kayu unggulan dari Sumatera...

Peta kuno Pulau Sumatera.
Budaya

Terungkap, Isu Kanibalisme Suku Batak Dibentuk Demi Kepentingan Dagang

Horas! Dongan BK, pernah mendengar istilah “orang Batak makan orang”? Sejarah Sumatra...

Potret nelayan menombak ikan di Danau Toba (via National Geographic Indonesia).
Budaya

Mardoton, Kearifan Lokal Batak dalam Menangkap Ikan di Danau Toba

Horas! Di tengah melimpahnya kekayaan alam Indonesia sebagai negara kepulauan, kehidupan masyarakat...

Dokumentasi gedung Deli Proefstation (via Dok. Pemprov Sumut).
Budaya

Kilas Balik: Medan dan Negara Sumatera Timur

Horas! Dalam perjalanan sejarah Indonesia pascakemerdekaan, terdapat satu episode yang jarang dibahas,...