Luhut Sebut Digitalisasi Layanan Pemerintah Berpotensi Pangkas Belanja Negara hingga Rp2.000 Triliun.
Luhut Sebut Digitalisasi Layanan Pemerintah Berpotensi Pangkas Belanja Negara hingga Rp2.000 Triliun.
Beranda Berita Luhut Sebut Digitalisasi Layanan Pemerintah Berpotensi Pangkas Belanja Negara hingga Rp2.000 Triliun
Berita

Luhut Sebut Digitalisasi Layanan Pemerintah Berpotensi Pangkas Belanja Negara hingga Rp2.000 Triliun

Bagikan

Horas!

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan bahwa penerapan sistem digital dalam layanan publik berpotensi memberikan penghematan besar bagi keuangan negara. Menurutnya, nilai efisiensi yang dapat dicapai bahkan diperkirakan mencapai Rp1.500 triliun hingga Rp2.000 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan Luhut usai menghadiri rapat koordinasi terkait uji coba digitalisasi penyaluran bantuan sosial di 42 kabupaten dan kota yang digelar di Jakarta pada 17 Juni 2026.

Menurut Luhut, digitalisasi berbagai layanan pemerintah dapat menekan potensi kebocoran anggaran yang selama ini terjadi dalam sejumlah sektor. Sistem yang terintegrasi dinilai mampu memperkuat pengawasan, meningkatkan transparansi, serta mengurangi peluang terjadinya praktik korupsi dan manipulasi data.

Digitalisasi untuk Perbaiki Tata Kelola

Pemerintah saat ini terus mengembangkan infrastruktur digital yang mencakup berbagai layanan publik, mulai dari penyaluran bantuan sosial hingga pelaporan data perdagangan dan ekspor-impor.

Luhut menilai sistem digital yang terhubung akan membantu meminimalkan berbagai permasalahan, seperti kesalahan sasaran penerima bantuan, ketidaksesuaian laporan transaksi, hingga potensi penyimpangan dalam pengelolaan sumber daya strategis nasional.

Selain meningkatkan efisiensi, sistem tersebut juga dirancang untuk menciptakan mekanisme yang membuat ruang gerak praktik korupsi semakin sempit karena seluruh proses dapat ditelusuri secara digital.

Potensi Efisiensi dari Program Bansos

Salah satu sektor yang dinilai memiliki potensi penghematan terbesar adalah program bantuan sosial. Dengan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), pemerintah berharap penyaluran bantuan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Luhut memperkirakan perbaikan akurasi data penerima bantuan dalam jangka panjang dapat menghasilkan efisiensi anggaran antara Rp170 triliun hingga Rp260 triliun. Nilai tersebut setara dengan sekitar US$10 miliar hingga US$15 miliar.

Penghematan itu berasal dari berkurangnya kesalahan penyaluran bantuan, peningkatan validitas data penerima, serta optimalisasi berbagai program sosial yang selama ini masih menghadapi tantangan dalam pelaksanaannya.

Masih Berupa Proyeksi

Meski optimistis terhadap manfaat digitalisasi, Luhut menegaskan bahwa angka penghematan yang disampaikan masih berupa estimasi strategis dan belum mencerminkan hasil yang telah direalisasikan.

Menurutnya, pencapaian target efisiensi tersebut sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan, keberhasilan integrasi sistem antarlembaga, serta konsistensi implementasi program di lapangan.

Ia juga menekankan pentingnya sistem audit digital dalam setiap perubahan data agar seluruh proses dapat dipantau secara transparan dan akuntabel.

Dengan transformasi digital yang terus diperluas, pemerintah berharap pelayanan publik menjadi lebih efektif, transparan, dan efisien, sekaligus mampu mengurangi kebocoran anggaran yang selama ini menjadi tantangan dalam pengelolaan keuangan negara.

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Ini Penjelasannya.
Berita

Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Ini Penjelasannya

Horas! Pemerintah belum berencana menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana...

Asap tebal menyelimuti Singapura jelang GP F1 (dok via Reuters).
Berita

Asap Karhutla Indonesia Selimuti Singapura Jelang F1, Kemenhut Perkuat Penanganan Api

Horas! Kabut asap yang menyelimuti Singapura menjelang gelaran Formula 1 (F1) Grand...

Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan (dok via ANTARA Foto).
Berita

Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Pengemudi Ojol Meninggal Usai Sesak Napas

Horas! Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia kembali...

Ranking FIFA Oktober 2026: Indonesia Peringkat Ketiga di ASEAN.
Berita

Ranking FIFA Oktober 2026: Indonesia Peringkat Ketiga di ASEAN

Horas! Timnas Indonesia mengalami peningkatan dalam daftar ranking FIFA terbaru yang dirilis...