Tradisi Songgot-songgot, Bahasa Kasih Orang Batak.
Tradisi Songgot-songgot, Bahasa Kasih Orang Batak.
Beranda Budaya Mengenal Tradisi Songgot-songgot, Bahasa Kasih Orang Batak
Budaya

Mengenal Tradisi Songgot-songgot, Bahasa Kasih Orang Batak

Bagikan

Horas!

Dongan BK, dalam budaya Batak terdapat tradisi sederhana bernama songgot-songgot, sebuah kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud perhatian dan kasih sayang kepada orang terdekat. Tradisi ini biasanya dilakukan untuk memberi kejutan bermakna, khususnya kepada seseorang yang tengah menghadapi masalah atau beban pikiran.

Budayawan Batak, Robert Sibarani, menjelaskan bahwa istilah songgot-songgot berasal dari kata “songgot” yang berarti terkejut.

“Tradisi songgot-songgot adalah kebiasaan yang sering dilakukan orang Batak untuk membuat seseorang terkejut atas satu peristiwa yang dibuat orang lain,” ujarnya.

Menurut Robert, kejutan dalam tradisi ini bukan sekadar membuat seseorang kaget, melainkan memiliki tujuan emosional. Songgot-songgot dilakukan agar seseorang merasa senang dan dapat melupakan persoalan yang sedang dihadapi, sehingga kondisi batinnya menjadi lebih baik.

Secara historis, tradisi ini telah dikenal sejak masa nenek moyang masyarakat Batak. Ketika ada anggota keluarga yang mengalami kesulitan, orang-orang terdekat akan melakukan sesuatu yang tidak terduga sebagai bentuk dukungan dan kepedulian.

Makna filosofis songgot-songgot terletak pada upaya mencari solusi melalui kearifan lokal.

“Makna filosofisnya adalah untuk mendapatkan satu solusi terhadap permasalahan yang dialami oleh seseorang, agar ia bisa melupakan masalahnya,” kata Robert.

Dalam praktiknya, songgot-songgot biasanya diwujudkan melalui pemberian makanan kesukaan, seperti ikan mas atau daging ayam. Pemberian itu dilakukan tanpa sepengetahuan penerima, sehingga menghadirkan rasa terkejut sekaligus bahagia.

Tradisi ini sarat dengan nilai kasih sayang, kepedulian, dan empati. Songgot-songgot dapat dilakukan oleh orang tua kepada anak, anak kepada orang tua, maupun antar saudara.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi songgot-songgot itu adalah kasih sayang, kepedulian, dan empati terhadap seseorang,” lanjutnya.

Hingga kini, songgot-songgot tetap hidup dalam keseharian masyarakat Batak. Tradisi ini tidak selalu berkaitan dengan upacara adat formal, melainkan hadir sebagai cara sederhana untuk menunjukkan perhatian dan mempererat ikatan kekeluargaan.

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Ilustrasi tarian suku Batak Mandailing.
Budaya

Mengenal Onang-onang, Tradisi Lisan Masyarakat Mandailing

Horas! Masyarakat Mandailing memiliki beragam warisan budaya yang masih dijaga hingga kini....

Ilustrasi seorang penenun ulos.
Budaya

Mengenal Proses Pembuatan dan 5 Jenis Ulos Batak Toba

Horas! Ulos merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki peran penting dalam...

Persamaan Suku Batak dan Toraja: Apa Saja Kesamaannya dan Mengapa?
Budaya

Persamaan Suku Batak dan Toraja: Apa Saja Kesamaannya dan Mengapa?

Horas! Sekilas, masyarakat Batak di Sumatera Utara dan masyarakat Toraja di Sulawesi...

11 Jenis Kematian dalam Adat Batak Toba dan Makna di Baliknya.
Budaya

11 Jenis Kematian dalam Adat Batak Toba dan Makna di Baliknya

Horas! Dalam kehidupan masyarakat Batak Toba, kematian tidak hanya dipandang sebagai akhir...