Beranda Budaya Tradisi Membongkar Makam Untuk Mengumpulkan Sisa Tulang Di Batak
Budaya

Tradisi Membongkar Makam Untuk Mengumpulkan Sisa Tulang Di Batak

Bagikan

Horas!!

Jika sedang berkunjung ke Tanah Batak, Dongan BK pasti pernah melihat rumah-rumah mini, bukan?

Nah, sebenarnya apasih rumah-rumah mini tersebut? Ternyata oh ternyata, rumah-rumah mini ini merupakan makam keluarga lho, Dongan BK!

Ngomong-ngmong soal makam dan kuburan, pernah kah Dongan BK mendengar tentang Mangongkal Holi ? Apasih itu mangongkal holi ? Yuk, langsung kita kenalan dengan tradisi Batak satu ini.

Apa itu Mangongkal Holi?

Mangongkal holi atau dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan membongkar tulang dari makam leluhur dan memindahkannya merupakan salah satu tradisi sakral dari tanah Batak.

Tulang yang telah dibongkar nantinya akan dipindahkan ke daerah lain atau ke makam keluarga yang telah disediakan dengan tujuan untuk menghormati dan mengenang leluhur dari keluarga tersebut.

Mengeringkan tulang yang baru digali
Source : Facebook

Eits, ternyata tradisi ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu, lho! Lalu apasih tujuan dari mangongkal holi itu ?

Biasanya, ada beberapa alasan mengapa orang melakukan tradisi mangongkal holi, yaitu :

1. Menyatukan Jasad Leluhur

Pada zaman dahulu, setiap orang masih menguburkan keluarga atau kerabatnya hanya di lapangan atau tanah kosong dimana ia meninggal atau terdekat dengan rumah mereka.

Lalu, saat keluarga ini merantau atau pindah rumah, maka makam tersebut juga akan turut ditinggalkan. Suatu hari keluarga ini mendapatkan mimpi dari leluhurnya tersebut dan diminta untuk memindahkan, maka mereka akan cenderung untuk melakukan upacara adat mangongkal holi ini.

Tulang belulang leluhur ini kemudian akan dipindahkan ke daerah yang lebih dekat dengan keluarga atau ke kampung halamannya, sehingga lebih mudah ketika ziarah.

Begitu juga dengan kuburan dari kerabat lain, biasanya orang Batak cenderung untuk membangun satu makam khusus keluarga dalam satu daerah yang sama.

Mangokal holi juga merupakan bentuk menghormati leluhur. Dengan adanya acara mangongkal holi ini, maka makam dari leluhur akan mudah ditemukan dan dikunjungi dan juga generasi penerus dapat terus mengingat leluhurnya.

Melestarikan Tradisi Turun – Temurun

Alasan lain diadakannya tradisi mangokal holi ini adalah untuk melestarikan tradisi yang sudah ada sejak dahulu dan juga mempererat tali persaudaran. Dalam proses mangokkal holi, perlu izin dari seluruh keturunan leluhur tersebut.

Keturunan-keturunannya juga harus hadir dan ikut ambil bagian dalam upacara ini. Disinilah moment dimana seluruh keluarga dan keturunan dari leluhur tersebut bertemu, berkenalan dan berkumpul.

Hal ini tentu saja dapat mempererat kembali tali persaudaraan yang sempat kendur antar generasi.

Proses Mangokal Holi

Proses mangokal holi ternyata tidak dapat dilakukan sembarangan lho, Dongan BK! Sebelum melakukan proses ini,

Dongan BK harus meminta izin dari seluruh keturunan leluhur yang makam yang akan dibongkar dan dipindahkan. Setelah memperoleh izin, barulah upacara adat Batak Toba dapat dilakukan.

Upacara ini juga dilangsungkan berhari-hari lamanya dan tentu saja dengan biaya yang tidak sedikit.

Upacara Mangongkal Holi
Source : Ninna.id

Upacara mangokal holi dimulai dengan menggali kuburan leluhur dan mengambil tulang belulangnya. Setelah itu, tulang belulang itu akan dicuci bersih dan ditempatkan di sebuah peti kecil.

Peti ini nantinya akan diletakkan di dalam makam. Biasanya, makam ini berbentuk tugu atau rumah kecil.

Dalam proses adat ini, akan ada pesta dimana seluruh kerabat akan menortor dan berkenalan yang dapat berlangsung berhari-hari lamanya.

Pastinya, dalam pesta ini disediakan panganan berupa daging babi atau kerbau yang sudah di saksang.

Menarik banget bukan, Dongan BK!
Nah, gimana nih pendapatmu tentang upacara adat mangongkal holi ini? Menyeramkan kah atau bagaimana ? Apakah kamu sudah pernah mengikuti upacara adat mangokal holi?

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Potret titik nol Kota Medan di masa lampau (colorized by AI).
Budaya

Berawal Dari Belanda, Ternyata Ini Kisah Kedatangan Orang Batak ke Kota Medan

Horas! Kota Medan dikenal sebagai salah satu kota paling majemuk di Indonesia....

Mengapa Salam “Horas” Melekat dengan Medan?
Budaya

Mengapa Salam “Horas” Melekat dengan Medan? Begini Sejarah dan Latar Belakangnya

Horas! Kota Medan dikenal sebagai salah satu daerah di Indonesia yang identik...

Potret ulama Islam di Simalungun (dok.kitlv.nl, colorized by AI).
Budaya

Jejak Zending dan Sang Naualuh Damanik, Awal Tumbuhnya Toleransi di Tanah Simalungun

Horas! Wilayah Simalungun tidak hanya dikenal sebagai kawasan perkebunan yang berkembang pesat...

Sebuah rumah adat Simalungun di abad ke-20 (dok.kitlv.nl, colorized by AI).
Budaya

Pergeseran Agama dan Perubahan Sosial Pengaruhi Identitas Etnik Simalungun

Horas! Perubahan identitas etnik di tengah masyarakat Simalungun disebut tidak terlepas dari...