Seminar Pemberdayaan Partonun, Dorong Ekosistem Tenun Ulos Berkelanjutan.
Seminar Pemberdayaan Partonun, Dorong Ekosistem Tenun Ulos Berkelanjutan.
Beranda Berita Seminar Pemberdayaan Partonun, Dorong Ekosistem Tenun Ulos Berkelanjutan
Berita

Seminar Pemberdayaan Partonun, Dorong Ekosistem Tenun Ulos Berkelanjutan

Bagikan

Horas!

Forum Konferensi Perempuan HKBP menggelar Seminar Pemberdayaan Perempuan Penenun (partonun) yang dirangkaikan dengan Ibadah Syukur Awal Tahun 2026 di Pearaja, Tarutung. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan dalam melestarikan sekaligus mengembangkan warisan budaya tenun Ulos secara berkelanjutan.

Mengusung semangat “Mulak Tu Bonapasogit”—kembali ke kampung halaman—seminar ini menghadirkan desainer dan pegiat wastra nasional, Merdi Sihombing, sebagai narasumber utama. Filosofi “setinggi-tingginya bangau terbang, ia akan selalu kembali ke sarangnya” terasa nyata ketika Merdi memilih pulang untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan inspirasi kepada para partonun di tanah asalnya.

Dalam pemaparannya, Merdi menekankan pentingnya membangun ekosistem usaha tenun Ulos yang terstruktur, mulai dari peningkatan kualitas produksi, inovasi desain berbasis tradisi, hingga strategi pemasaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia juga mendorong para penenun untuk memperkuat identitas budaya dalam setiap karya, sehingga Ulos tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki daya saing global.

Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian Ibadah Awal Tahun 2026 yang dihadiri langsung oleh Ephorus HKBP, Victor Tinambunan, bersama istri, serta Ketua Umum Perempuan HKBP, Sandra Sidabutar, dan jajaran pengurus lainnya. Kehadiran para pimpinan gereja tersebut menegaskan komitmen HKBP dalam mendukung pemberdayaan perempuan sebagai pilar penting dalam pelestarian budaya dan penguatan ekonomi keluarga.

Partonun sebagai motor penggerak ekonomi berbasis budaya.
Partonun sebagai motor penggerak ekonomi berbasis budaya.

Dalam sambutannya, pimpinan HKBP menegaskan bahwa perempuan, khususnya para partonun, memiliki peran strategis bukan hanya sebagai penjaga tradisi, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi berbasis budaya. Tenun Ulos dipandang sebagai warisan leluhur yang sarat makna spiritual, sosial, dan kultural, sehingga pengembangannya harus dilakukan secara bijak dan berkelanjutan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga wadah konsolidasi antarpenenun dan pengurus perempuan gereja untuk menyusun langkah konkret ke depan. Diharapkan, melalui sinergi antara gereja, pelaku kreatif, dan komunitas partonun, akan lahir model pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan perempuan sekaligus menjaga keaslian nilai-nilai budaya Batak.

Semangat kebersamaan yang terbangun dalam seminar dan ibadah syukur ini menjadi penanda awal tahun yang penuh harapan. Melalui setiap helai benang Ulos yang ditenun dengan cinta dan ketekunan, perempuan HKBP terus merawat identitas, memperkuat ekonomi, dan menghidupkan kembali budaya dari bonapasogit untuk dunia.

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Sumatera Utara 2026.
Berita

Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Sumatera Utara Tahun 2026

Horas! Dongan BK, umat Islam di Indonesia memasuki hari kedua Ramadan 1446...

Tito: Korban Bencana Sumatra Dapat Dana Tunggu Hunian Rp1,8 Juta per KK.
Berita

Tito: Korban Bencana Sumatra Dapat Dana Tunggu Hunian Rp1,8 Juta per KK

Horas! Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) memastikan...

Potret banjir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Berita

Jembatan yang Dibangun TNI di Tapanuli Tengah Rusak Lagi Kena Banjir

Horas! Kepala Staf Umum TNI, Letnan Jenderal Richard Tampubolon, mengisahkan perjuangan prajurit...

Jembatan Layang Danau Siais.
Berita

Jembatan Layang Danau Siais Mendadak Viral, Warga Rasakan Dampak Ekonomi

Horas! Jembatan layang yang dibangun pemerintah di kawasan Danau Siais, Kelurahan Rianiate,...