Dua pelaku usaha katering asal Indonesia, Felly Sitta Mayasari dan Ari Ditiawan, sukses meraih gelar juara dalam ajang Hansik Contest 2026, kompetisi memasak bertema kuliner Korea yang digelar di Binus University Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (12/7/2026).
Keberhasilan keduanya diraih berkat konsep K-Indo Fusion, yaitu perpaduan cita rasa khas Korea Selatan dengan kekayaan rempah Nusantara. Kreasi tersebut dinilai mampu menghadirkan keseimbangan rasa yang unik sekaligus memperkenalkan identitas kuliner Indonesia dalam sajian bergaya Korea.
Pada kompetisi yang mengusung tema “Igniting Ayam with Korean Fermentation”, Felly dan Ari menyajikan ayam bakar yang dipadukan dengan doenjang jjigae, sup tradisional berbahan pasta kedelai fermentasi. Hidangan tersebut memanfaatkan tiga bumbu fermentasi khas Korea, yakni ganjang, doenjang, dan gochujang.
Untuk memberikan sentuhan lokal, mereka memadukan bumbu Korea dengan berbagai rempah Indonesia, seperti cabai rawit, bawang merah, daun jeruk, serai, hingga andaliman atau yang dikenal sebagai merica Batak dari Sumatera Utara.
Felly menjelaskan bahwa penggunaan rempah-rempah Nusantara menjadi pembeda utama dalam hidangan yang mereka sajikan. Sambal khas Indonesia dipadukan dengan ssamjang, menghasilkan cita rasa baru yang tetap mempertahankan karakter kedua budaya kuliner tersebut.
Selain komposisi bumbu, teknik memasak tradisional juga menjadi salah satu keunggulan mereka. Alih-alih menggunakan blender, Felly dan Ari memilih menghaluskan bumbu menggunakan ulekan atau cobek.
Menurut Felly, cara tersebut lebih praktis dalam situasi lomba karena tidak memerlukan tambahan air. Bumbu yang telah dihaluskan pun dapat langsung dimasak dengan minyak panas sehingga proses memasak menjadi lebih cepat dan efisien.
Inovasi tersebut berhasil memikat dewan juri dan mengantarkan keduanya menjadi juara serta membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp5 juta.
Counsellor Forestry, Agriculture, Environment, Ocean and Fishery Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia, Ha Kyungsoo, mengatakan bahwa perpaduan harmonis antara bumbu fermentasi Korea dan rempah khas Indonesia menjadi faktor utama yang membuat karya Felly dan Ari unggul dibanding peserta lainnya.
Menurutnya, hidangan tersebut tidak hanya mempertahankan cita rasa autentik Korea, tetapi juga menghadirkan karakter kuliner Indonesia melalui penggunaan sambal dan rempah-rempah dari wilayah Sumatra.
Ha juga menjelaskan bahwa Hansik Contest merupakan bagian dari upaya Pemerintah Korea Selatan untuk semakin memperkenalkan kuliner Korea atau Hansik kepada masyarakat Indonesia. Tahun ini, ayam dipilih sebagai bahan utama kompetisi karena merupakan bahan pangan yang populer dan digemari di kedua negara.
Melalui kompetisi ini, penyelenggara berharap semakin banyak inovasi kuliner yang memadukan kekayaan gastronomi Indonesia dan Korea, sekaligus mempererat pertukaran budaya melalui makanan.


