Ilustrasi tarian suku Batak Mandailing.
Ilustrasi tarian suku Batak Mandailing.
Beranda Budaya Mengenal Onang-onang, Tradisi Lisan Masyarakat Mandailing
Budaya

Mengenal Onang-onang, Tradisi Lisan Masyarakat Mandailing

Bagikan

Horas!

Masyarakat Mandailing memiliki beragam warisan budaya yang masih dijaga hingga kini. Salah satunya adalah Onang-onang, tradisi lisan berbentuk nyanyian yang umumnya hadir dalam berbagai pesta adat, terutama upacara pernikahan.

Berdasarkan penelitian berjudul “Nilai Budaya pada Lirik Lagu Nyanyian Onang-onang Suku Batak Mandailing” yang diterbitkan dalam Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa pada 2024, Onang-onang merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional dan sastra lisan masyarakat Batak Mandailing.

Tradisi ini tidak sekadar menjadi hiburan dalam acara adat. Onang-onang juga menjadi media bagi orang tua untuk menyampaikan nasihat kepada anak, sekaligus menanamkan nilai agama, sosial, dan budaya yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Mengisahkan Perjalanan Hidup Pengantin

Dalam pelaksanaannya, Onang-onang biasanya menceritakan perjalanan kehidupan seseorang yang menjadi bagian dari acara adat. Kisah tersebut dapat dimulai sejak seseorang masih berada di dalam kandungan hingga tumbuh dewasa dan akhirnya memasuki jenjang pernikahan.

Lirik yang dinyanyikan kemudian diselipi berbagai nasihat dari orang tua kepada anaknya. Pesan tersebut berkaitan dengan kehidupan, hubungan sosial, agama, keluarga, hingga tanggung jawab setelah membangun rumah tangga.

Selain nasihat, Onang-onang juga dapat menjadi sarana untuk menyampaikan doa dan pujian. Pesan-pesan tersebut disampaikan melalui bahasa yang penuh kiasan dan perumpamaan sehingga memiliki makna yang mendalam.

Diiringi Musik Tradisional

Nyanyian Onang-onang umumnya tidak berdiri sendiri. Dalam pertunjukannya, tradisi ini dapat diiringi sejumlah alat musik tradisional, seperti gendang, suling, dan ogung.

Dalam pesta pernikahan adat Mandailing, Onang-onang juga kerap menjadi bagian yang mengiringi tortor pengantin. Perpaduan nyanyian, musik, dan tarian tersebut membuat suasana acara adat semakin kuat sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya masyarakat Mandailing.

Penggunaan Onang-onang tidak terbatas pada acara pernikahan. Tradisi ini juga dapat ditemukan dalam berbagai kegiatan adat dan budaya lainnya, seperti penyambutan tamu, syukuran rumah baru, festival budaya, hingga acara yang berkaitan dengan kelahiran bayi.

Identik dengan Nasihat dan Suasana Haru

Pendiri Pusat Informasi dan Dokumentasi Mandailing, Rizali Harris Nasution, mengatakan Onang-onang memiliki karakter yang erat dengan suasana haru dan pesan kehidupan.

Menurutnya, nyanyian tersebut pada dasarnya banyak berkaitan dengan kisah kesedihan maupun perpisahan. Namun, dalam pesta pernikahan, isi Onang-onang lebih banyak berupa nasihat yang diberikan kepada pasangan pengantin.

Tradisi tersebut hingga kini masih dapat ditemukan di tengah masyarakat Mandailing, meskipun penggunaannya mulai lebih terbatas dibandingkan masa lalu.

“Tradisi itu masih ada tapi mungkin terbatas di pesta-pesta pernikahan,” ujarnya.

Keberadaan Onang-onang menunjukkan bahwa tradisi lisan tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari upacara adat. Di dalamnya terdapat nilai-nilai kehidupan, nasihat, doa, serta gambaran perjalanan manusia yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Karena itu, menjaga keberadaan Onang-onang menjadi salah satu cara untuk mempertahankan identitas budaya Mandailing agar tetap dikenal dan dipahami oleh generasi muda.

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Ilustrasi seorang penenun ulos.
Budaya

Mengenal Proses Pembuatan dan 5 Jenis Ulos Batak Toba

Horas! Ulos merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki peran penting dalam...

Persamaan Suku Batak dan Toraja: Apa Saja Kesamaannya dan Mengapa?
Budaya

Persamaan Suku Batak dan Toraja: Apa Saja Kesamaannya dan Mengapa?

Horas! Sekilas, masyarakat Batak di Sumatera Utara dan masyarakat Toraja di Sulawesi...

11 Jenis Kematian dalam Adat Batak Toba dan Makna di Baliknya.
Budaya

11 Jenis Kematian dalam Adat Batak Toba dan Makna di Baliknya

Horas! Dalam kehidupan masyarakat Batak Toba, kematian tidak hanya dipandang sebagai akhir...

Ilustrasi upacara adat Batak.
Budaya

Mengenal Tarombo, Silsilah Keluarga yang Menjadi Identitas Penting Masyarakat Batak

Horas! Bagi masyarakat Batak, pertemuan dengan sesama orang Batak sering kali diawali...