Bagas Godang, Mandailing Natal
Bagas Godang, Mandailing Natal/Wikipedia
Beranda Budaya Sejarah dan Asal Usul Nama Mandailing Natal, Mengapa Disebut Demikian?
Budaya

Sejarah dan Asal Usul Nama Mandailing Natal, Mengapa Disebut Demikian?

Bagikan

Horas!

Dongan BK pasti sudah mengenal Mandailing Natal, sebuah wilayah yang terdapat di Sumatera Utara. Kabupaten ini diresmikan pada 9 Maret 1999 oleh Menteri Dalam Negeri, sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Selatan. Pada tahun 2023, jumlah penduduk di Mandailing Natal berjumlah sebanyak 492.234 jiwa.

Mandailing Natal telah mengalami perjalanan panjang, mulai dari masa kerajaa hingga kemerdekaan Republik Indonesia. Menariknya, ada kata “Natal” dalam penamaan Mandailing Natal. Apakah ada kaitannya dengan unsur agama Kristen?

Yuk Dongan BK, mari kita simak informasi berikut ini.

1. Asal Usul Penamaan Mandailing Natal

Mandailing Natal
Source: Warta Mandailing

Sebenarnya, kata “natal” dalam bahasa Mandailing memiliki asal usul yang berbeda dibandingkan dengan penggunaan kata “Natal” dalam konteks perayaan Natal agama Kristen. Dalam bahasa Mandailing, “natal” merujuk pada suatu tempat atau lokasi tertentu.

Kata “Natal” dalam bahasa Mandailing berasal dari kalimat natarida, artinya “yang tampak” atau “terlihat” dari kaki gunung-gunung Sorik Marapi di Mandailing. Ungkapan ini kemudian berangsur-angsur menjadi natar oleh pengucapan setempat, hingga menjadi natal.

2. Sejarah Berdirinya Mandailing Natal

Orang Eropa di Terminal Panyabungan
Source: Tropenmuseum

Sejarah Mandailing Natal telah ada sejak periode klasik. Saat itu, Mandailing merupakan nama kerajaan sudah ada jauh sebelum abad ke-12. Kerajaan ini terbentang dari daerah Padang Lawas hingga ke bagian selatan Provinsi Sumatera Barat.

Penamaan Mandailing sendiri berasal dari Mandala-Holing, yang berkaitan dengan ungkapan adat setempat. Ungkapan ini tertulis dalam surat yang berisi kalimat “surat tumbaga holing naso ra sasa,” dengan arti “aturan adat tidak bisa dihapus”.

Selanjutnya, peristiwa Perang Padri membawa dampak bagi Mandailing Natal. Pada tahun 1840, Belanda asisten Residen Angkola Mandailing di Panyabungan. Kemudian, karesidenan Mandailing dibentuk pada 1885 yang beribukota di Padangsidimpuan.

3. Peresmian Kabupaten Mandailing Natal

Mandailing Natal
Source: Dok. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal

Pembentukan Kabupaten Mandailing Natal didasari oleh Undang-Undang nomor 12 tahun 1998 tentang pembentukan Kabupaten daerah tingkat II Toba Samosir dan Kabupaten daerah tingkat II Mandailing Natal yang ditetapkan pada 9 Maret 1999 oleh Menteri Dalam Negeri.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal selanjutnya mengeluarkan Perda No.7 tentang pembentukan kecamatan serta Perda No.8 tentang pemekaran desa 29 Juli 2002.

Ada beberapa tokoh nasional yang lahir dari Mandaling Natal, seperti A.H Nasution, Sutan Takdir Alisjahbana, dan Darmin Nasution.

Dongan BK ada yang berasal dari Mandailing Natal?

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Ilustrasi seorang penenun ulos.
Budaya

Mengenal Proses Pembuatan dan 5 Jenis Ulos Batak Toba

Horas! Ulos merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki peran penting dalam...

Persamaan Suku Batak dan Toraja: Apa Saja Kesamaannya dan Mengapa?
Budaya

Persamaan Suku Batak dan Toraja: Apa Saja Kesamaannya dan Mengapa?

Horas! Sekilas, masyarakat Batak di Sumatera Utara dan masyarakat Toraja di Sulawesi...

11 Jenis Kematian dalam Adat Batak Toba dan Makna di Baliknya.
Budaya

11 Jenis Kematian dalam Adat Batak Toba dan Makna di Baliknya

Horas! Dalam kehidupan masyarakat Batak Toba, kematian tidak hanya dipandang sebagai akhir...

Ilustrasi upacara adat Batak.
Budaya

Mengenal Tarombo, Silsilah Keluarga yang Menjadi Identitas Penting Masyarakat Batak

Horas! Bagi masyarakat Batak, pertemuan dengan sesama orang Batak sering kali diawali...