Kabupaten Samosir Jadi Tuan Rumah Anugerah Desa Budaya 2025.
Kabupaten Samosir Jadi Tuan Rumah Anugerah Desa Budaya 2025.
Beranda Berita Kabupaten Samosir Jadi Tuan Rumah Anugerah Desa Budaya 2025
Berita

Kabupaten Samosir Jadi Tuan Rumah Anugerah Desa Budaya 2025

Bagikan

Horas!

Kabupaten Samosir dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan Penganugerahan Desa Budaya Se-Indonesia Tahun 2025. Pengumuman lima desa budaya terbaik dilakukan langsung di Huta Sinapuran, Desa Simanindo, Kecamatan Simanindo, pada 7 Februari 2025.

Adapun lima desa yang meraih penghargaan tersebut adalah Desa Cibaliung (Pandeglang, Banten), Desa Duarato (Belu, NTT), Desa Suak Timah (Aceh Barat, Aceh), Desa Tanjung Isuy (Kutai Barat, Kalimantan Timur), dan Desa Tebat Patah (Muaro Jambi, Jambi).

Penunjukan Samosir sebagai lokasi acara dinilai sebagai bentuk kepercayaan nasional sekaligus pengakuan atas peran strategis daerah tersebut dalam menjaga kelestarian budaya.

Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menyampaikan bahwa kepercayaan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah bersama masyarakat dalam merawat nilai-nilai budaya yang terus hidup dan berkembang di desa-desa.

“Kami merasa bangga, karena meski Samosir kecil secara wilayah, dari sekian banyak daerah di Indonesia, Bapak Menteri memilih Samosir sebagai lokasi kegiatan ini,” ujar Vandiko.

Samosir, Titik Awal Peradaban Batak

Vandiko menegaskan, kekuatan utama Samosir terletak pada kekayaan tradisi yang masih terjaga. Selain dikenal sebagai bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dengan panorama Danau Toba yang mendunia, Samosir juga menyimpan warisan budaya yang kuat dan terus hidup dalam keseharian masyarakatnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Samosir diyakini sebagai titik awal peradaban Batak. Dalam kepercayaan masyarakat Batak, Raja Batak pertama turun ke dunia dari Gunung Pusuk Buhit. Dari lokasi inilah peradaban Batak berkembang hingga kini, dengan populasi masyarakat Batak diperkirakan mencapai sekitar 10 juta jiwa di berbagai belahan dunia.

Vandiko bahkan mengundang Menteri Kebudayaan dan para tamu untuk melihat langsung jejak awal peradaban tersebut apabila waktu memungkinkan.

Puluhan Cagar Budaya dan Desa Wisata

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Samosir telah menetapkan sekitar 83 objek sebagai cagar budaya tingkat kabupaten. Ke depan, dilakukan kurasi berkelanjutan agar sejumlah objek tersebut dapat ditingkatkan statusnya ke tingkat provinsi maupun nasional.

Selain itu, Samosir telah memiliki tiga desa wisata, termasuk Huta Sinapuran sebagai lokasi acara. Pengembangan desa wisata ini menjadi bagian dari komitmen mendukung program Kementerian Kebudayaan dalam memperkuat desa budaya. Vandiko menargetkan jumlah desa budaya di Samosir akan terus bertambah.

Ia juga berharap dukungan pemerintah pusat dalam penyusunan naskah akademik yang komprehensif terkait sejarah dan peradaban Batak, guna memperkuat identitas budaya secara nasional.

“Penulisan awal peradaban Batak perlu disusun secara kuat dan jelas sebagai bagian dari jati diri yang harus dilestarikan,” tegasnya.

Desa Budaya Penjaga “Mega Diversity”

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa lima desa terpilih menjadi contoh nyata kekayaan budaya Indonesia yang sangat beragam atau “mega diversity”.

Menurutnya, desa budaya merupakan garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan budaya.

“Budaya tidak akan pernah habis selama manusia masih ada. Mari menjadi penjaga budaya agar terus hidup dari generasi ke generasi,” ujar Fadli.

Ia menambahkan, budaya mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari bahasa, ekspresi, wastra, permainan tradisional, hingga olahraga tradisional. Karena itu, setiap desa di Indonesia perlu menempatkan budaya sebagai identitas utama yang dijaga dan dikembangkan.

Melihat langsung potensi Samosir, Fadli mengapresiasi kekayaan budaya yang ditampilkan, termasuk Opera Batak dan penampilan paduan suara. Ia bahkan menyatakan komitmen untuk mendorong percepatan peningkatan status sejumlah cagar budaya Samosir ke tingkat nasional.

Dukungan dari DPR RI

Anggota DPR RI Komisi X, Sabam Sinaga, menyebut pelaksanaan kegiatan ini sebagai bentuk penghargaan besar bagi Samosir yang konsisten menjaga budaya.

Ia juga mengapresiasi langkah Bupati Samosir dalam menjalin komunikasi dan memperjuangkan perhatian pemerintah pusat untuk pembangunan daerah.

Sabam berharap program apresiasi desa budaya dapat terus berlanjut sebagai bukti bahwa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya. Ia pun berkomitmen mendorong realisasi berbagai usulan pembangunan untuk kemajuan Samosir.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Sabam menyatakan akan mengupayakan bantuan pendidikan sains dan teknologi bagi empat anggota SR Choir yang dinilai tampil memukau dalam acara tersebut.

Bagikan
ads image
ads image
ads image
Artikel Terkait
Toba Pulp Lestari Ungkap Dampak Pencabutan Izin Pemanfaatan Hutan oleh Kementerian Kehutanan.
Berita

Toba Pulp Lestari Ungkap Dampak Pencabutan Izin Pemanfaatan Hutan oleh Kementerian Kehutanan

Horas! PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) memastikan telah menerima keputusan resmi...

Permukaan Danau Toba Turun Hampir 1 Meter, Warga Parapat Kebingungan.
Berita

Permukaan Danau Toba Turun Hampir 1 Meter, Warga Parapat Kebingungan

Horas! Masyarakat di kawasan Danau Toba, khususnya Parapat, dibuat heran dengan kondisi...

Tinjau Huta Bolon Simanindo, Menbud Tegaskan Warisan Batak Toba Harus Tetap Hidup.
Berita

Tinjau Huta Bolon Simanindo, Menbud Tegaskan Warisan Batak Toba Harus Tetap Hidup

Horas! Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon menekankan bahwa warisan budaya Batak...

Menkes Ungkap Sekitar 28 Juta Penduduk Indonesia Berpotensi Alami Gangguan Mental.
Berita

Menkes Ungkap Sekitar 28 Juta Penduduk Indonesia Berpotensi Alami Gangguan Mental

Horas! Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut persoalan kesehatan mental di...